Hujan Lebat tak Surutkan Massa HMI Berunjukrasa

0
158

PADANG, KP – Guyuran hujan lebat yang melanda Kota Padang, Jumat petang (11/11) tidak menyurutkan aksi demo yang dilakukan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumbar. Ratusan mahasiswa tersebut mendatangi Mapolda dengan melakukan aksi longmarch dari kantor Sekretariat HMI Sumbar, di Jalan Hang Tuah, menuju Mapolda Sumbar.

Aksi yang dilakukan HMI itu sebagai bentuk solidaritas atas penangkapan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Ami Jaya, dan beberapa kader lainnya oleh Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya. “Hati-hati, hati-hati provokasi,” ucapan itu disorakkan para pendemo sesampainya di depan Mapolda Sumbar.

Para mahasiswa anggota HMI itu kemudian secara bergiliran menyampaikan orasinya. Mereka menyampaikan bahwa HMI tidak melakukan aksi demo anarkis seperti yang dituduhkan kepada Sekjen PB HMI dan beberapa kader lainnya. Selain itu, mereka juga mengatakan bahwa HMI bukanlah organisasi yang anarkis.
“Kami hanya menginginkan suara kami didengar, tidak dengan melakukan kekerasan. HMI adalah massa yang baik. Kami tidak pernah anarkis dalam melakukan aksi,” ujar orator yang merupakan Ketua HMI Cabang Padang, Nofria Atma Rizki.

Orator lain, Tommi F Habibi, yang juga Ketua HMI Sumbar, menyampaikan tujuh hal yang diyakini melenceng dari sistem pemerintahan saat ini dalam orasinya. Berikut tujuh hal yang disampaikan dalam aksi unjuikrasa tersebut.

1) Aksi damai 4 November merupakan tindakan yang dilindungi oleh undang-undang. Sebab, dalam undang-undang setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran, dan sikap, sesuai hati nurani. Aksi 4 November adalah gerakan murni agar penegakan hukum terhadap kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

2) Menyesalkan pernyataan Presiden Jokowi yang menyatakan adanya aktor politik yang menunggangi aksi 4 November tersebut

3) Menyayangkan aparat kepolisian yang bersikap represif terhadap peserta aksi pada demo 4 November. Menyayangkan sikap pimpinan Polda Metro Jaya yang mengeluarkan pernyataan provokatif dan tendensius sehingga merugikan nama baik HMI.

4) Mengecam penangkapan Sekjen PB HMI dan beberapa kader HMI yang dilakukan secara paksa oleh pihak kepolisian.

5) Penangkapan Sekjen PB HMI dan beberapa kader HMI merupakan bentuk pembungkaman demokrasi yang tidak sesuai dengan Undang-undang Dasar

6) Menuntut penyelesaian proses hukum secara tegas dan transparan serta menolak segala bentuk pengalihan isu terhadap penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

7) Mengajak seluruh kader HMI se- Sumatera Barat dan umat Islam untuk tenang dan tidak terprovokasi dengan isu yang tidak bertanggungjawab. (Irwanda)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY