Bejat! Bocah SD Disodomi 5 Kali

0
208
PELAKU asusila saat diinterogasi di Mapolsek Luki, Kota Padang, Sabtu malam (12/11). IRWANDA SAPUTRA

PADANG, KP – Sungguh bejat! Kata itu sepertinya tepat ditujukan kepada HM (25). Entah apa yang ada dibenak pemuda itu, dia tega melakukan pelecehan seksual sodomiterhadap P (8).Tak tanggung-tanggung, pelaku telah melakukan perbuatan itu sebanyak lima kali. Akibatnya, korban yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) itu mengalami kesakitan di anusnya.

Kasus itu terungkap ketika pihak keluarga merasa curiga dengan sikap korban yang tiba-tiba berubah. Keluarga kemudian menanyakan apa yang telah terjadi pada korban. Akhirnya, korban  menceritakan semua yang dialaminya.

Mendengar semua yang diceritakan korban, pihak keluarga geram. Tidak terima dengan kejadian itu, keluarga korban melaporke unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Padang. Di hadapan penyidik, korban juga menceritakan semua yang dialaminya.

Sesuai keterangan korban, petugas selanjutnya melakukan penyelidikan dan mengantonggi identitas pelaku. Alhasil, Tim Opsnal Reskrim Polsek Lubukkilangan (Luki) yang mendapat laporan peristiwa itu berhasil meringkus pelaku, Sabtu (12/11). Tanpa perlawanan, pelaku diamankan dan langsung digiring ke Mapolsek.

Mengetahui pelaku telah berada di Mapolsek Luki, warga sekitar kediaman korban ikut geram dan mendatangi Mapolsek Luki untuk menghakimi pelaku. Takut terjadi hal yang tidak diinginkan karena massa semakin ramai hingga pukul 21.30 WIB, akhirnya jajaran Polsek Luki menyerahkan pelaku ke Polresta Padang.

Kapolresta Padang, Kombes Pol Chairul Aziz, melalui Kapolsek Luki, Kompol Ediwarman, membenarkan penangkapan palaku sodomi tersebut. Dia mengungkapkan, pelaku saat ini menjalani pemeriksaan intensif di Mapolresta Padang.

“Kita menyerahkan pelaku ke Mapolresta Padang karna massa ramai mendatangi mapolsek lantaran geram dengan ulah pelaku. Saat ini kita masih mendalami kasus ini terkait kemungkinan adanya korban lain,” terang Ediwarman.

Dia menuturkan, dari hasil interogasi terhadap pelaku, aksi bejatnya tersebut telah dilakukannya sebanyak lima kali di lokasi berbeda-berbeda. “Pertama pelaku melakukan tindakan asusila tersebut di pos ronda, selanjutnya di kediaman pelaku,” jelasnya. (irwanda)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY