Pengangguran di Sumbar Berkurang

0
197

PADANG, KP – Tingkat pengangguran terbuka di Sumatra Barat pada tahun 2016 mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.

Tahun ini, angka pengangguran terbuka sebanyak 125 ribu atau 5,09 persen dari angkatan kerja yang berjumlah 2,4 juta. Sedangkan tahun lalu tingkat pengganguran terbuka mencapai 6,89 persen.

“Walaupun angka pengangguran terbuka mengalami penurunan, namun bukan berarti tidak ada permasalahan dalam ketenagakerjaan. Sebab, mayoritas pengangguran justru mereka lulusan SMA/SMK,” ujar Wagub, Senin (14/11).

Dengan banyak tingkat pengangguran dari lulusan SMA/SMK, imbuhnya, harus menjadi evaluasi bagi Dinas Ketenagakerjaan agar lulusan SMA/SMK dapat bekerja.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah membekali mereka dengan kemampuan bahasa asing agar bisa bersaing didunia kerja. Apalagi, tamatan SMK memang sengaja disiapkan untuk dapat terjun langsung kedunia kerja.

Wagub juga membeberkan bahwa serapan tenaga kerja mesti dihitung secara perekonomian. Misalnya Kabupaten Kepulaun Mentawai.Angka pengangguran disana mecapai 1,26 persen, tetapi angka kemiskinan mencapai 14,5 persen.

Wagub menambahkan, persaoalan itu juga harus menjadi prioritas bagi Dinas Ketenagakerjaan agar tenaga kerja tak hanya sekadar bekerja tapi juga menghasilkan secara ekonomi.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumbar, Nazrizal, mengatakan upaya yang tengah dilakukan untuk menekan angka pengangguran adalah menyusun perencanaan dalam menentukan prioritas penempatan tenaga kerja dan penyiapan tenaga kerja. Sehingga, dengan adanya perencanaan itu dapat diidentifikasi lowongan kerja sesuai potensi tenaga kerja yang akan mengisinya.

Tak hanya itu, Dinas Tenaga Kerja juga akan menggunakan balai tenaga kerja untuk memberikan pelatihan kepada para pencari kerja. Sehingga, dapat membantu pencaker untuk memiliki keahlian tertentu.

Selain itu, dilakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk mengaplikasikan keahhlian berbahasa Inggris pada siswa SMA/SMK. Sehingga setelah tamat mereka memiliki kemampuan Bahasa Inggris.

“Jika mereka tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi pasti berkeinginan bekerja, baik didalam maupun luar negeri. Sehingga,kemampuan berbahasa asing akan menjadi hal positif bagi mereka agar diterima bekerja,” pungkasnya. (Bobby)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY