Terlibat Cekcok, Seorang Pria Tewas Bersimbah Darah

0
1341

PADANG, KP – Seorang pria bernama Toni Iskandar (38) tewas bersimbah darah setelah berduel dengan terduga pelaku berinisial W (35). Kejadian tersebut menggemparkan warga Jalan Sarang Gagak, Kelurahan Anduring, Kecamatan Kuranji, Minggu (13/11), sekitar pukul 11.00 WIB.

Pembunuhan di tengah siang terik membuat warga kawasan Jalan Sarang Gagak yang sebelumnya hening, seketika jadi buncah. Seorang pria bernama Toni Iskandar, tewas bersimbah darah setelah ditusuk menggunakan pisau oleh terduga pelaku berinisial W (35). Korban mengalami luka tusuk pada bagian leher atas dan dada.

Salah seorang kerabat korban Is (29), mengungkapkan awalnya korban terlibat cekcok dengan pelaku W yang juga merupakan seorang residivis kasus curanmor. Ketika itu, sekitar pukul 10.00 WIB, dia melihat korban terlibat pertengkaran dengan pelaku di dalam rumah.

“Mereka mulanya berkelahi di dalam rumah. Kemudian saya leraih dan saya suruh mereka keluar rumahkarena ibu saya sakit jantung. Setelah berada di luar rumah, pelaku duduk di sepeda motor. Namun, perkelahian kembali terjadi,” katanya menceritakan kronologis kejadian itu kepada polisi, kemarin.

Ditambahkannya, saat perkelahian terjadi di depan rumah, korban dilihatnya mengeluarkan sebilah pisau yang masih bersarung dan memukulkannya ke helm pelaku. Kemudian, pelaku mengeluarkan sebilah pisau dari pinggangnya.

“Pelaku langsung menikam dada dan leher korban. Saat itu darah langsung mengucur deras. Korban berusaha menyelamatkan diri dengan sepeda motor. Namun pelaku tetap mengejarnya,” beber Is.

Dia mengakuisaat perkelahian itu terjadi dia telah mencoba melerai dan meminta tolong kepada warga sekitar.Tetapi warga tidak berani melerai karena keduanya sama-sama memegang pisau. Sejumlah warga terdengar bersorak untuk segera memberitahu polisi.

“Saya sempat melihat mereka kejar-kejaran dengan sepeda motor. Kemudian pelaku menendang sepeda motor korban hingga terjatuh,” ujarnya.

Saat disusul, korban diketahui telah meninggal dunia. Jasadnya ditutup dengan kertas koran dan pelaku tidak terlihat lagi di lokasi kejadian.

“Saya mendengar teriakan seorang perempuan di dekat lokasi dan saya langsung melihatnya,” ujar salah satu saksi, Toyib (29). Menurutnya, saat melihat keadaan lelaki itu, dia langsung menutupnya dengan kertas koran. “Saya melihat dia berdarah seperti itu dan saya memberitahu kepada Pak Lurah,” lanjutnya.

Tak lama kemudian, Unit Reskrim, Intel Polsek Luki, bersama Tim Identifikasi Polresta Padang, tiba di lokasi kejadian dan langsung melakukan olah TKP serta mengumpulkan keterangan saksi-saksi. Setelah itu, jasad korban dibawa ke Rumahsakit Bhayangkara Polda Sumbar untuk dilakukan visum et repertum (VeR).

Kapolresta Padang, Kombes Pol Chairul Aziz, melalui Kapolsek Kuranji, Kompol John Priono, mengatakansetelah mendapatkan informasi adanya kasus pembunuhanpihaknya langsung mendatangi TKP untuk memintai keterangan dari saksi.

“Kita telah melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi. Di lokasi kejadian, ditemukan satu pisau dan patahan pisau yang dijadikan barang bukti. Untuk terduga pelakunya, kita sudah kantongi identitasnya,” ungkap John Priono.

Dia menambahkan, korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar untuk dilakukan visum luar dan visum dalam guna melengkapi berkas perkara. Menurutnya, memang ditemukan luka akibat benda tajam pada leher dan dada korban.

“Kita masih memburu pelakunya. Untuk motifnya, diduga korban dan pelaku terlibat cekcok karena unsur cemburu atau perselingkuhan. Istri korban akan kita mintai keterangan,” pungkas John Priyono.

Terpisah, di Rumahsakit Bhayangkara,ibu korban, Alinarnis(57), yang merupakan pedangang baju di Pasar Raya, terlihat tak kuasa menahan tangis atas meninggalnya anak sulungnya itu dalam keadaam tragis. Selain itu, adik korban terlihat emosi karena tak terima abangnya mengalami kejadian seperti itu.

Alinarnis mengatakansaat kejadian dia sedang berada di dalam angkot menuju Pasar Raya untuk berjualan. Saat berada di dalam angkot, ada seorang penumpang yang bercerita bahwa ada seorang pemuda yang dibunuh bersimbah darah di Anduring.

“Saya sempat bertanya, seperti apa korbannya, namun dia bilang laki-laki. Saat itu saya mulai berfirasat buruk. Tapi saya berusaha menghilangkan fikiran itu. Setiba di pasar, saya mendapatkan telepon bahwa yang dibunuh itu adalah anak saya,” kata Alinarnis.

Dia menambahkan, anaknya merupakan sosok yang baik dan sering menolongnya berjualan di Pasar Raya. Dia mengaku tidak tahu apakah anaknya memiliki musuh. Tewasnya korban meninggalkan dua orang anak.

“Anak saya memang tidak memiliki pekerjaan tetap. Karena itu dia selalu menolong saya berjualan di pasar. Anak saya sudah beristri, tapi bercerai. Saya tidak tau penyebabanak saya dibunuh. Saya berharap pelaku ditangkap polisi secepatnya,” ungkapnya sambil meneteskan air mata. (Irwanda)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY