Wirausahawan Baru Jangan Jual Bantuan yang Diterima

0
165
KEPALA Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Disosnaker) Padang, Amasrul, menyerahkan bantuan kompresor kepada perwakilan wirausahawan baru, di aula kantor dinas tersebut, Jumat lalu (11/11).

PADANG, KP – Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Disosnaker) Padang, Amasrul, mengingatkan kepada wirausahawan baru jangan sampai menjual bantuan peralatan (toolkit) yang diberikan Pemko Padang. Sebab, setiap bantuan yang diserahkan selalu dipantau aparat kelurahan dan kecamatan. Bila kedapatan menjualnya, peralatan yang diberikan harus kembali.

“Saya ingatkan kepada bapak dan ibuk-ibuk yang menerima bantuan peralatan dari Disosnaker ini jangan ada pula yang menjual. Bantuan ini harus dipertanggungjawabkan, manfaatkanlah untuk membuka usaha baru. Pemerintah kota kini gencar-gencarnya memberikan kemudahan yang berminat berwiraswasta,” tegas Amasrul di hadapan 50 usahawan baru yang menerima bantuan berbagai peralatan dari Disosnaker untuk membuka usaha baru di aula kantor dinas tersebut, Jumat lalu (11/11).

Bantuan itu diberikan kepada 50 orang di sembilan kecamatan. Mereka yang mendapatkan bantuan merupakan hasil seleksi dari masing-masing kelurahan yang tidak punya modal membeli berbagai peralatan dalam mendukung perekonomian keluarga.

Bantuan itu dalam rangka menghadirkan wirausahawan baru di Padang. Selain memberikan pelatihan, peserta juga diberi peralatan usaha.Bantuan itu juga dimaksudkan untuk mendukung 10 program unggulan Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah bersama Wakil Walikota Emzalmi. Salah satu dari 10 program unggulan tersebut mencetak 10 ribu wirausahawan baru.

“Bantuan ini juga sebagai wujud dukungan program unggulan Bapak Walikota Mahyeldi Ansharullah, mencetak 10 ribu wirausahawan baru,” ujar Amasrul.

Mereka yang menerima bantuan itu sebelumnya mengajukan proposal ke Disosnaker peralatan apa yang dibutuhkan. Bila lolos seleksi dari kelurahan, kecamatan dan Disosnaker, maka mereka berhak mendapatkannya.

Sebelum peralatan itu diserahkan, wirausahawan itu diberikan pelatihan manajemen bagaimana usaha yang baik, tujuannya agar bantuan diberikan tidak salah sasaran. Sementara jenis bantuan yang diberikan mesin jahit, kulkas, kompor gas, kompresor, etalase, mesin giling cabe, alat buat kue dan berbagai macam jenis lainnya.

Disebutkannya, Disosnaker hanya memberikan peralatan, sementara bila kekurangan dana, warga dapat mengajukan pinjaman melalui Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) di kelurahan. Pemerintah telah memodali masing-masing KJKS sebesar Rp300 juta.

“Manfaatkanlah koperasi itu untuk meminjam modal untuk kemajuan usaha bapak dan ibuk,” pesannya.

Sementara, Kabid Pentalatas, Amrizal, menyebutkan Disosnaker telah melatih 125 wirausahawan baru yang terdiri dari lima angkatan. Masing-masing angkatan 25 orang yang tersebar di 11 kecamatan dan 104 kelurahan.

Pada tahun ini Disosnaker menargetkan delapan angkatan untuk mencetak wirausahawan baru, mereka yang betul-betul serius.Sedangkan dana yang dikucurkan untuk membeli berbagai peralatan untuk delapan angkatan tersebut Rp725 juta. (nda/*)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY