Tenaga Kerja Bidang Mekanikal dan Elektrikal Mesti Miliki Sertifikasi Kompetensi

0
375
KEPALA Seksi Pelayanan Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Sigit Cahyo, memberikan pemaparan dalam sosialisasi tentang sertifikasi badan usaha di bidang mekanikal dan elektrikal, Selasa (15/11), di Hotel Bumi Minang, Padang. BOBBY FEBRIANDA

PADANG, KP – Tenaga kerja pada badan usaha yang bergerak dalam industri bidang mekanikal dan elektrikal mesti memiliki kompetensi yang dibuktikan dengan sertifikasi. Hal itu sesuai dengan UU No 30 Tahun 2009 tentang ketenagalistrikaan di mana setiap kegiatan usaha wajib memenuhi ketentuan keselamatan ketenagalistrikan.

Demikian disampaikan Kepala Seksi Pelayanan Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Sigit Cahyo, dalam sosialisasi tentang sertifikasi badan usaha di bidang mekanikal dan elektrikal, Selasa (15/11), di Hotel Bumi Minang, Padang.

Menurutnya, kompetensi setifikasi tenaga teknik ini sebagai jaminan dalam pengoperasian ketenagalistrikan di setiap badan usaha guna memberikan perlindungan dan kenyamanan bagi masyarakat pengguna jasa layanan.

“Ini menjadi modal bagi perusahaan yang bergerak pada bidang kelistrikan untuk memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa tenaga kerja yang dimiliki telah memenuhi syarat, yakni kompeten pada bidangnya,” ujarnya.

Sementara, Dewan Pimpinan Nasional Ikatan Ahli Ketenagalistrikan Indonesia, Dr. Ir. Djoko Darwanto GK, menyatakan adanya sertifikasi tenaga teknik yang berkompeten merupakan langkah baik karena saat ini tenaga listrik Indonesia yang berkompeten masih jauh dari harapan.

“Tenaga kerja pada bidang mekanikal dan elektrik yang berkompeten di Indonesia masih sangat sedikit. Hal itu dapat dilihat pada pemasangan listrik di perumahan yang kebanyakan dilakukan oleh pekerja bukan tamatan jurusan listrik. Hal itu malah akan membuat resiko. Oleh karena itu, meski bukan tamatan jurusan listrik, tapi jika memiliki sertifikasi kompeten dan bernauang di badan usaha yang telah tersertifikasi nasional, akan jadi jaminan untuk terhindar dari resiko yang berakibat fatal,” ujar dosen di Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut.

Dia menambahkan, undang-undang itu dapat dijadikan tolok ukur untuk menciptakan badan usaha yang memiliki tenaga teknik berkompeten. Sehingga, badan usaha yang tidak memiliki tenaga teknik yang berkompeten dapat dikenakan sanksi sesuai peraturan yang berlaku.

Selain itu, aturan tersebut juga merupakan syarat untuk menerbitkan Sertifikasi Badan Usaha (SBU) yang tak hanya menjadi prasyarat administratif tetapi juga mesti melalui persyaratan teknis, seperti penanggungjawab teknik yang berkompetnsi di setiap bidang, surat penunjukan penanggung jawab teknik, serta daftar riwayat hidup tenaga teknik.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas ESDM Sumbar, Herry Martinus, melalui Kabid Ketenagalistrikan dan Migas, Edrizal, mengatakan prosedur perizinan badan usaha penunjang kelistirkan di Sumatra Barat diawali dengan badan usaha mengajukan permohonan izin kepada gubernur melalui BKPM dan PTT disertai dengan dokumen yang telah memenuhi persyaratan adminstratif maupun teknis. Kemudian, Dinas ESDM provinsi melakukan kajian dan mempelajari dokumen yang selanjutnya diserahkan kembali ke BKPM dan PTT untuk dikeluarkan izin usaha jasa penunjang tenagalistrikan (IUJPTL).

Dia menambahkan, saat ini Pemprov Sumbar telah mengeluarkan IUJPTL sebanyak 53 dan satu masih dalam masa proses IUJPTL. Sebab, setiap yang datang melakuan proses IUJPTL dilakukan dengan pelayanan yang prima dan cepat.

Namun demikian, dia memastikan pihaknya akan melakukan pengawasan dan jika ditemukan badan usaha yang bergerak di bidang ketenagalistirikan tidak mengantongi izin, maka akan dikenakan sanksi sesuai UU 30 tahun 2009.

Sedangkan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia (AKLI) cabang Sumbar, Asmoni, menyambut baik sosialisasi sertifikasi badan usaha tersebut karena dapat memberikan pengetahuan bagi asosiasi kelistrikan dalam memberikan jaminan keselematan kepada masyarakat.

“Hal ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan mutu kelistrikan di Indonesia serta memiliki pekerja yang telah berkompeten di bidangnya,” pungkasnya. (Bobby Febrianda)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY