Terungkap Dalam Sidang DPRD, Penderita HIV/AIDS di Payakumbuh Puluhan Orang dan LGBT Ratusan Orang

0
308
Logo Kota Payakumbuh

PAYAKUMBUH, KP – Mengejutkan sekaligus mengkhawatirkan! Penderita HIV/AIDS di Kota Payakumbuh tercatat mencapai 62 orang. Dari jumlah itu, 24 orang di antaranya sudah meninggal dunia. Bahkan, penderita LGBT mencapai ratusan orang.

Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Payakumbuh, Priadi Syukur, dalam sidang paripurna DPRD Payakumbuh, kemarin, mengungkapkan sampai bulan November 2016, penderita HIV/AIDS di Kota Payakumbuh tercatat sebanyak 62 orang di mana sebanyak 24 orang meninggal dunia dan satu orang di antaranya meninggal tahun 2016 ini.

“Resiko penyebaran penyakit di Kota Payakumbuh sangat tinggi, ditambah lagi jumlah kasus Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) tercatat tahun 2016 sebanyak 641 orang,” kata Priadi Syukur.

Untuk mengantisipasi penyebaran HIV/AIDS di Kota Payakumbuh, maka dialokasikan anggaran sebanyak Rp100 juta yang diajukan Pemko Payakumbuh. Dana itu akan dimanfaatkan untuk biaya sosialisasi bahaya HIV/AIDS pada masyarakat dan pelajar SLTP dan SLTA/sederajat.

Selain dimanfaatkan untuk biaya operasional pengurus Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), juga akan dimanfaatkan untuk biaya mobile Voluntary Counseling Test (VCT) atau pemeriksaan darah untuk deteksi infeksi KIH pada kelompok pasien HIV/AIDS guna dirujuk ke RSUD Ahmad Muhktar Bukittinggi.

Sebelumnya, juru bicara Fraksi PDIP-Hanura, Basri Latief, dalam pandangan umum fraksinya meminta kepada Walikota Payakumbuh untuk transparan dalam pengelolaan dana penanggulangan HIV/AIDS oleh Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kota Payakumbuh.

Menurut Basri Latief, anggaran penanggualngan AIDS yang sudah disetujui DPRD harus jelas penggunaannya dan bisa dipertanggungjawabkan.

“Sejauh ini belum jelas berapa orang penderita HIV/AIDS di Payakumbuh dan perlu dijelaskan data konkrit berapa jumlah penderira HIV/AIDS,” pungkas Basri Latief.

(Doddy Sastra)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY