Dunia Pendidikan Payakumbuh Tercoreng, Siswi SMK Diduga ‘Kumpul Kebo’

0
1162
Ilustrasi/Koran Padang

PAYAKUMBUH, KP – Dunia Pendidikan Kota Payakumbuh tercoreng lagi. Seorang siswi di ‘kota gelamai’ itu diamankan warga dan Satpol PP karena diduga berbuat mesum dan terlibat kumpul kebo, di Kelurahan Nunang Daya Bangun, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh, Kamis (17/11).

Sementara, dua orang lainnya oknum siswa SMK serta satu orang pelajar SLTP, diamankan karena mabuk lem di kawasan kampus Unand Payakumbuh, Kelurahan Kubu gadang, Kecamatan Payakumbuh Utara. Selain ketiga orang pelajar SMK dan SLTP tersebut, juga diamankan seorang perempuan muda yang mengaku tidak lagi bersekolah.

Mereka yang diamankan ke markas Satpol PP di kantor Balaikota Baru, di Lapangan Kapten Tantawi tersebut berinisial CM (15) siswi SMK yang mengaku berasal dari Situjuah Padang Kuniang, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota. Dia diamankan bersama seorang temannya berinisial TL (20) yang mengaku berprofesi sebagai artis orgen.

Keduanya digrebek warga Nunang disebuah rumah kosong. Semula mereka berjumlah enam orang yang terdiri dari tiga pasang. Namun, saat digrebek warga, empat orang lainnya berhasil melarikan diri, termasuk pasangan CM dan TL.

Penggerebekan tersebut dilakukan warga, karena mereka merasa resah dengan aktivitas sejumlah remaja di rumah kosong tersebut. Bahkan, sampai berhari-hari mereka menginap di sana. Karena menduga ketiga pasang anak manusia itu melakukan kumpul kebo dan berbuat maksiat, maka warga melakukan penggerebekan. Namun sayang, beberapa orang di antarannya berhasil melarikan diri.

“Mereka telah lama dicurigai warga sekitar. Sebab, diduga mereka merupakan pasangan kumpul kebo. Saat digerebek warga siang harinya sekitar pukul 11.30 WIB, dua orang berhasil diamankan. Anggota kita yang datang ke lokasi kejadian kemudian membawa dua orang perempuan yang telah diamankan warga itu ke markas Satpol PP,” sebut Kasatpol PP Payakumbuh, Fauzi Firdaus, didampingi Kasubag TU, Indriyani, dan Penyidik PPNS, Atrimon, kemarin.

Kepada petugas, kedua perempuan yang diamankan itu mengakui bahwa mereka memang menginap di rumah tersebut bersama pasangan mereka masing-masing. Namun mereka membantah telah melakukan perbuatan mesum ataupun kumpul kebo.

“Kami diajak oleh teman untuk kerumah tersebut, Pak. Karena kunci motor saya hilang, maka saya menurut untuk diajak menginap. Kami masuk ke sana sekitar pukul 03.00 WIB,” sebut CM dibenarkan TL.

Setelah menjalani pemeriksaan dan membuat surat pernyataan, kedua perempuan tersebut diperbolehkan pulang dengan dijemput oleh orangtua atau keluarga mereka.

“Setelah diperiksa, keduanya membuat surat pernyataan karena telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2007 tentang Pencegahan,Penindakan dan Pemberantasan Penyakit Masyarakat. Mereka digrebek warga saat tidur, “ tambah Atrimon.

Sementara dua orang lainnya, masing-masing H, siswa SMK Payakumbuh serta D pelajar salah satu SLTP Payakumbuh diamankan di kawasan Kampus Unand Payakumbuh karena diduga tengah menghirup lem.

Kepada penyidik mereka menyebut telah menjadi pencandu lem sejak seminggu terakhir. Kedua ABG yang beralamat di Kelurahan Ranah Permai Kubu Gadang itu mengaku membeli lem merk Banteng untuk mereka hirup. (dst)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY