Hendri Nofrianto : “Harus Ada Keahlian untuk Masuk Dunia Kerja”

0
315
Rektor ITP Ir. Hendri Nofrianto

PADANG, KP – Wisudawan Instirut Teknologi Padang (ITP) ke-65 harus siap masuk dan berperan penting dalam dunia kerja, baik skala nasional ataupun internasional.

Rektor ITP, Ir. Hendri Nofrianto kepada KORAN PADANG ketika dijumpai di ruang kerjanya, Kamis (17/11) mengatakan, kesiapan mahasiswa ITP untuk menjadi wisudawan, selain proses belajar mengajar yang berjalan dengan baik, mengikuti perkuliahan sebanyak 14 kali pertemuan dalam satu semester, calon wisudawan pun harus mengikuti pelatihan ujian kompetensi.

Rektor mencontohkan, mahasiswa Fakultas Teknik Sipil (FTSP) harus mengikuti pelatihan selama 1 minggu yang kerjasamanya dengan Dinas Prasarana Jalan Tata Ruang dan Pemukiman (Prasjal Tarkim) dan Lembaga Pengembangan Jasa dan Kontruksi (LPJK) Provinsi Sumbar.

Ini kata Rektor bertujuan, untuk lebih mengembangkan lagi wawasan mahasiswa tersebut. Sebab, apabila telah masuk dunia kerja, mahasiswa tersebut tidak bisa hanya mengandalkan otak saja, tetapi juga keahlian, etika dan soft skills, agar ada keberanian dan jiwa kepemimpinan di diri mahasiswa tersebut.

Namun, itu tidak hanya ditujukan untuk wisudawan ITP saja, tetapi juga masyarakat Indonesia yang sudah mempunyai kesiapan untuk terjun langsung di dunia pekerjaan.

“Untuk masuk ke lapangan pekerjaan saat ini, sangatlah sulit. Tuntutannya, tidak hanya ijazah saja, melainkan juga keahlian kita, karena ijazah itu hanya sebatas syarat atau formalitas pada saat melamar pekerjaan,” ungkapnya.

Lebih lanjut disebutkannya, lulusan sarjana dan diploma di Indonesia ini bisa mencapai 250 ribu tiap tahunnya, dan hanya 20 persen yang siap untuk terjun ke dunia pekerjaan.

Itu semua katanya karena, banyak perguruan tinggi yang hanya mengajarkan teori, bukan praktek. Maka dari itu, ITP selama tiga tahun terakhir ini telah menyiapkan pelatihan ujian kompetensi untuk calon wisudawan, agar nantinya bisa bersaing di dunia kerja.

Dan saat ini di ITP katanya, juga sudah di ikuti, Teknik Informatika, Teknik Elektro, Teknik Mesin, dan Teknik Geodesi.

“Saya sebagai dosen dan juga pimpinan tentunya punya tanggung jawab untuk mendorong dan memotivasi agar mahasiswa ini mau bekerja keras untuk belajar, dan kami tinggal mengarahkan lagi bukan mengajarkan,” jelasnya.

Ia juga sering mengingatkan kepada mahasiswanya untuk terus belajar dan belajar, agar nantinya siap untuk ditempatkan dimana saja. Lalu, memliki jaringan untuk mendapat peluang-peluang kerja juga diperlukan.

Disamping itu Hendri menuturkan, ruang kerjanya ini bukan hanya untuk tamu dari luar saja, tetapi juga untuk mahasiswa, baik tentang keluhan ataupun aspirasi yang ingin diutarakan kepada rektor secara langsung.

“Ini merupakan salah satu caranya untuk mendekatkan diri terhadap para mahasiswa. Sebab, bila kita berharap adanya perubahan maka kita harus berbuat. Untuk itu saya harus kenal dengan anak saya dan anak saya harus kenal dengan saya,” imbuhnya.

Besok, Sabtu (19/11) ITP juga akan menggelar prosesi wisuda ke-65 dengan jumlah peserta sebanyak 195 peserta. Ini merupakan rekor terbanyak ITP dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Biasanya ITP hanya mewisuda sebanyak 150 orang,” kata Rektor.

Mengingat akan hal itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan warga setempat untuk mengatasi persoalan ini. Sebab, dengan jumlah wisuda yang membludak, tentunya akan banyak keluarga dari wisuda tersebut akan datang untuk melihat perhelatan akbar ini.

“Kita sudah mangajak pemuda setempat untuk menjaga ketertiban dan juga penggunaan lahan parkir yang efektif. Sehingga nantinya tidak terjadi kemacetan, mengingat kampus kita yang posisinya berada di pinggir  jalan raya,” tambah Hendri. (ted)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY