Pantai Patenggangan Kembali Telan Korban

0
612
Tim SAR saat melakukan pencarian korban. Robi

PADANG, KP – Tiga orang anak digulung ganasnya ombak Pantai Patenggangan, Kelurahan Parupuak Tabing, Kecamatan Kototangah, Kota Padang, Rabu (16/11), sekira pukul 17.30 WIB. Dua dari tiga bocah yang duduk di bangku SD itu sempat dievakuasi warga namun malang tak dapat ditolak, keduanya akhirnya meninggal dunia. Sedangkan seorang lagi masih dalam pencarian hingga berita ini diturunkan.

Awalnya, ketiga bocah malang tersebut mandi-mandi di pinggir pantai. Bersama tiga anak itu, ada tiga orang anak lagi yang juga ikut bermain di pinggir pantai itu sejak pukul 14.00 WIB. Sehingga, ada enam orang bocah yang pergi ke pantai, yang terdiri dari 3 anak laki-laki dan 3 anak perempuan.

Diduga, ketiga bocah itu tanpa sadar bermain hingga terlalu ke tengah. Mereka adalah Agustian Fernando (13) dan Jonny (10) yang merupakan kakak beradik putra pasangan suami istri Kerez (49) dan Ria (42). Ketika ombak datang, ketiga anak itupun langsung terseret. Apalagi, saat ini sedang arus pasang, terutama disebabkan oleh fenomena ‘supermoon’ yang baru saja terjadi.

Tiga orang anak perempuan yang ikut bermain di pantai langsung berlarian memberitahu warga bahwa tiga orang temannya hanyut diseret ombak.

“Saya melihat abang berteriak meminta tolong, kemudian saya minta bantuan kepada Bapak-bapak yang dekat dari pantai dan memberitahu bapak itu memberitahu warga lainnya,” terang Zenia (8), adik perempuan Jefri.

Seketika, warga langsung jadi buncah dan berhamburan untuk menolong ketiga anak tersebut. Peristiwa itu juga dilaporkan kepada BPBD Kota Padang yang langsung turun ke lokasi melakukan pencarian bersama Basarnas, KSB, BPBD, Satpol PP, dan petugas Polsek Kototangah.

Ketua LPM Pasir Parupak Tabing, Novizasra, mengatakan dia diberitahu warga bahwa ada tiga bocah hanyut.

Dari informasi yang didapatinya, enam bocah yang masih dalam satu keluarga besar itu mandi bersama di tepi pantai.

“Karena merasa kedinginaan, tiga bocah perempuan berhenti mandi dan berencana untuk pulang. Namun ketika hendak pulang dia mendengar abangnya yang sedang mandi di tengah pantai berteriak minta tolong,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, warga memberitahu tim sar dan segera menyisiri lokasi kejadian.

Dua orang anak akhirnya berhasil ditemukan dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Sayang, nyawa mereka tak tertolong. Sementara, seorang anak lagi masih dalam pencarian.

Kapolsek Kototangah, Kompol Jon Hendri,menuturkan ketiga bocah yang hanyut itu adalah warga di sekitar lokasi dan bersekolah di SD STIA.

Dua orang bocah yang berhasil dievakuasi adalah Agustian Fernando (13) dan Jonny (10), warga Jalan Patenggangan. Sedangkan, seorang lagi bocah yang bernama Jefri (10) dan belum ditemukan.

“Kedua korban itu meninggal setelah sempat dirawat di rumah sakit. Saat ini, jenazah keduanya sudah dibawa ke rumah mereka. Informasinya, dua korban yang meninggal itu kakak beradik,” tutur Kapolsek.

Sementara itu, suasana harus dan teriakan histeris mengiringu kedatangan jenazah Joni dan Nando di rumahnya, di Jalan Patenggangaan RT 05 RW III. Orangtua bocah itu sekan tidak percaya dengan tragedi yang menimpa kedua anaknya. Salah seorang warga mengatakan laut di Pasir Parupuk Tabiang memang sering memakan korban. “Ini sering terjadi setiap akhir tahun. Namun dalam 3 tahun terakhir baru kali ini terjadi kembali,” terangnya. (Rob)

 

 

 

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY