‘Sigulambai’ Mengamuk di Pasar Alai

0
361
Ilustrasi

PADANG, KP – Para pedagang Pasar Alai, Kecamatan Padang Utara, panik saat ‘sigulambai’ dengan leluasa berkobar hebat, Rabu pagi (16/11), sekitar pukul 05.10 WIB. Dalam waktu singkat sebanyak delapan petak toko pedagang yang terdiri dari rempah-rempah dan pecah belah tersebut ludes jadi arang.

Salah seorang pemilik toko, Sapar (50), mengungkapkan api muncul dari salah satu toko dan langsung menyebar ke bagian toko lainnya dengan cepat. Pedagang dan masyarakat yang panik langsung berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya.

“Mulanya terdengar percikan api disusul letusan. Para pedagang langsung kaget dan melihat api sudah membesar dan merambah ke toko lainnya,” jelasnya.

Walau pedagang telah berupaya memadamkan api, namun api yang sudah kadung membesar tidak bisa dikendalikan. Api yang bertambah besar menambah kepanikan pedagang di pagi buta itu.

Beberapa menit kemudian, unit pemadam kebakaran yang mendapatkan informasi kebakaran itu tiba di lokasi kejadian. Dibantu beberapa pedagang dan masyarakat sekitar, petugas berupaya menjinakan api.

Lokasi kebakaran yang jauh di dalam pasar membuat petugas kesulitan menembus titik api. Namun, dengan mengunakan selang air yang panjang, petugas akhirnya bisa mengapai titik api dan berupaya memadamkan api yang berkobar hebat itu.

Kepala Dinas BPBD Damkar Kota Padang, Rudi Rinaldy, melalui Kepala Seksi Operasi (Kasi Ops), Suardi, mengatakan api berhasil dipadamkan satu jam setelah kejadian. Dalam peristiwa itu, dikerahkan enam unit mobil damkar berkekuatan 46 personil.

“Kita telah berupaya menjinakan api dengan kekuatan sepenuhnya walau akses jalan ke titik api sempit. Petugas telah berupaya keras hingga akhirnya api dapat dipadamkan,” jelasnya.

Dia menambahkan, kebakaran itu diperkirakan menimbulkan kerugian sebesar Rp350 juta. Kasus kebakaran itu sudah ditangani pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut.

Kasus Kebakaran Meningkat

Suardi menuturkan, kasus kebakaran di tahun ini meningkat di Kota Padang. Dari catatan bulan Januari hingga Oktober 2016, pihak pemadam kebaran telah menanggani 335 kasus kebakaran. Jika dirata-ratakan, dalam sehari terjadi satu kebakaran, bahkan lebih.

“Angka itu diperkirakan meningkat hingga akhir tahun. Sedangkan tahun lalu terjadi 331 kebakaran,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, kebakaran yang terjadi mayoritas dipicu konsleting atau hubungan arus pendek listrik. Untuk itu, dia mengimbau masyarakat agar berhati-hati dalam masalah listrik.

“Kabel-kabel listrik yang sudah usang sebaiknya segera diganti. Sebab, hal itu rentan menimbulkan konsleting,” katanya.

Butuh Pos Cabang

Terkait wilayah Kota Padang yang cukup luas dengan 11 kecamatan, Suardi berharap adanya kantor atau pos cabang pemadam kebakaran yang bisa mengakses lebih cepat lokasi kebakaran di Kota Padang. Hingga kini pemadam kebakaran hanya memiliki satu pos cabang dan satu kantor pusat yang dinilai kurang memadai.

“Contahnya di Kecamatan Koto Tangah. Apabila ada kebakaran, akses menuju ke sana membutuhkan waktu lama (dari kantor pusat di Jalan Rasuna Said, Padang Barat). Untuk itu kita berharap bisa mendirikan pos cabang serta satu unit mobil damkar,” tuturnya.

Selain itu, Kota Padang yang semakin banyak memiliki gedung-gedung tinggi, Suardi juga mengharapkan adanya mobil tangga yang bisa menjangkau kebakaran di gedung bertingkat. (iwa)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY