Terlibat Asusila, Ketua DPRD Sijunjung Digerebek Warga

0
330
Ketua DPRD Sijunjung, MR,yang terjerat kasus asusila

SIJUNJUNG, KP – Lembaga parlemen kembali tercoreng. Setelah video kasus sabu-sabu menimpa dua anggota parlemen di DPRD Padangpariaman beberapa waktu lalu, kali ini giliran Ketua DPRD Sijunjung, MR,yang terjerat kasus asusila.

Peristiwa yang cukup mengejutkan itu terungkap saat ‘Pak Ketua’ tertangkap basah oleh warga melakukan perbuatan terlarang dengan perempuan yang bukan muhrimnya, YL (40), seorang tenaga honorer di DPRD Sijunjung, Jumat malam (18/11), sekira pukul 19.30 WIB. Ironisnya, perbuatan itu terjadi ketika suami YL, yang merupakan sopir di DPRD Sijunjung sedang mengantar atlet Porprov Sijunjung ke Padang.

Informasi yang berhasil dihimpun KORAN PADANG, masyarakat Jorong Gambok, Kenagarian Muaro, sudah lama curiga dengan perilaku MR yang sering bertandang ke rumah YL saat suaminya sedang dinas luar.

Alhasil, ketika MR menuju rumah YLyang hanya berjarak sekitar 100 meter dari rumah dinasnya sebagai ketua DPRD Sijunjung dengan berjalan kaki, warga tak dapat lagi menahan kekesalan. MR kemudian dibuntuti. Begitu dia telah berada di dalam rumah YL, tak berapa lama kemudian warga langsung melakukan penggerebekan. Benar saja, MR dan YL didapati sedang melakukan hubungan layaknya suami istri.

Di hadapan warga, Ketua DPRD Sijunjung itu sempat mengajak untuk berdamai. Namun warga yang telah terlanjur geram menolak ajakan damai tersebut. Bahkan, warga membawa MR ke luar rumah dalam kondisi setengah bugil.

Di saat bersamaan, kabar itu menyebar secepat angin puyuh. Dalam sekejap, ratusan warga Nagari Mungo berdatangan ke lokasi, juga warga dari kenagarian tetangga lainnya. Warga juga sempat berupaya ‘menghakimi’ pasangan tersebut. Untung saja sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda berhasil menenangkan aksi massa tersebut. Untuk mencegah kejadian yang tak dinginkan, pasangan tersebut dibawa ke Kantor Walinagari Mungo.

Namun, di luar kantor walianagari, warga semakin agresif. Bebatuan beterbangan dan hinggap di atap kantor walianagari tersebut. Tak berapa lama kemudian, aparat kepolisian datang ke lokasi dan dengan susah payah mengevakuasi MR di bawah ribuan massa yang mencoba merangsek mendekati pasnagan tersebuit.

Pihak kepolisian dan pemerintahan nagari kemudian menyarankan untuk dilakukan musyawarah di balai adat Nagari Muaro. Sekretaris Pemerintahan Kenagarian Muaro, Sudirman, menyebutkan kedua pasangan mesum itu didenda 100 zak semen, masing-masing sebanyak 50 zak semen, sesuai dengan aturan nagari.

Setelah musyawarah di balai adat, polisi kemudian mengevakuasi pasangan tersebut ke kantor polisi, juga dengan susah payah. Upaya evakuasi sempat beberapa kali gagal karena belasan petugas kepolisian bersama pemerintah nagari kewalahan menghadapi massa. Hampir sejam upaya evakuasi itu dilakukan dan akhirnya keduanya bisa dimasukkan kedalam mobil patroli.

Sudah Berlangung Lama

Informasi yang berkembang, hubungan MR dan YL sejatinya dikabarkan sudah berlangsung lama. Bahkan, YL sempat dipindahkan dari posisinya sebagai honorer di Sekretariat DPRD Sijunjung ke bagian umum Pemkab Sijunjung karena kabar cinta terlarang dengan MR itu. Namun, meski sudah berjauhan, hubungan keduanya tetap berlangsung hingga akhirnya digerebek warga.

Kejadian itu membuat posisi MR sebagai Ketua DPRD Sijunjung jadi guncang. Sejumlah kalangan dan tokoh masyarakat Sijunjung mendesak MR mundur, tidak hanya dari kursi ketua namun juga dari keanggotannya sebagai legislatif. (Saharuddin)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY