Apel Besar Kebhinekaan Cinta Damai Digelar di Lapangan Imam Bonjol

0
313
DARI kiri ke kanan: Dandim 0312/Padang diwakili Kasdim, Mayor Inf Dekki Sujatmiko, Walikota Padang, H. Mahyeldi, dan Kapolresta Padang, Kombes Pol Chairul Aziz, melakukan salam komando dalam apel Besar Kebhinnekaan Cinta Damai di Lapangan Imam Bonjol, Rabu pagi (23/11). HUMAS

PADANG, KP – Di Padang, sejumlah pejabat teras dan forkompinda, seperti Walikota Padang, Kapolresta, Ketua Pengadilan Negeri, Danlanud Sutan Syahrir, Dandim 0312 Padang, Dandenpom 1/4, Wadanlantamal II, menggelar Apel Besar Kebhinnekaan Cinta Damai di Lapangan Imam Bonjol, Rabu pagi (23/11).

Kegiatan tersebut juga diikuti perwakilan masing-masing dari berbagai penganut agama sebagai bentuk kebhinekaan yang tetap terjaga dengan baik di Ibuprovinsi Sumatra barat (Sumbar).

Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah, mengajak seluruh masyarakat Kota Padang untuk tetap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan semangat cinta damai. Di samping itu, kebebasan dalam mengemukakan pendapat janganlah dijadikan penyebab perpecahan akan tetapi jadikanlah sebagai semangat kebhinekaan dengan penuh cinta damai untuk persatuan dan kesatuan bangsa.

Selanjutnya, peningkatan kewaspadaan harus dilakukan terhadap berbagai kemungkinan yang dapat menyebabkan perpecahan melalui perbedaan antar suku, ras dan agama.

“Kebhinnekaan yang ada pada bangsa Indonesia ini, merupakan potensi sekaligus bisa menjadi ancaman dan tantangan. Akhir-akhir ini kebhinnekaan kita sedang diuji karena adanya perbedaan cara pandang terhadap suatu masalah melalui keberagaman suku, agama dan ras.

Maka itu kita di Kota Padang, mari tetap menjaga kebhinnekaan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya-bahaya yang akan mengancam keutuhan NKRI,” sebutnya.

Mahyeldi menyampaikan, melalui Apel Besar Kebhinnekaan Cinta Damai ini diharapkan semakin menumbuhkan kesadaran dan perhatian bagi seluruh masayarakat untuk bisa bersinergi demi mempertahankan keutuhan NKRI.

Sementara, Kapolresta Padang, Kombes Pol Chairul Aziz, mengatakan Apel Besar Kebhinekaan Cinta Damai itu merupakan tindak lanjut daripada Apel Kebangsaan 3 Pilar yang telah dilakukan sebelumnya. Ketika itu, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, memimpin apel kebangsaan dan menginstruksikan agar dilaksanakan apel kebhinnekaan di tingkat kabupaten/kota.

”Jadi apel ini bertujuan untuk mengingatkan kita semua bahwa negara Indonesia itu disusun atas dasar kebhinekaan atau keberagaman. Dimana terdiri dari beribu pulau, ratusan jenis bahasa, suku bangsa dan sebagainya. Mari kita hargai kebhinekaan dan keberagaman menjadi alat pemersatu dan jangan sampai justru menjadi pemecah belah,” katanya.

Dalam Apel Besar tersebut dilakukan penandatanganan pernyataan deklarasi bersama oleh Walikota bersama seluruh unsur forkopimda serta perwakilan berbagai agama.

Selain itu semua peserta apel besar juga ikut senam ‘Ge Mu Famire’ bersama. Lagu dengan tarian dari daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) itu mengadposi beberapa gerakan-gerakan tarian dari berbagai daerah dengan makna persatuan demi menyatukan seluruh warga negara Republik Indonesia. (mas)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY