WALIKOTA HENDRI ARNIS TINJAU SD SUNGAI ANDOK

0
205
Walikota Padang Panjang berdialog dengan siswa. ISTIMEWA

PADANGPANJANG, KP – Walikota Padangpanjang, Hendri Arnis, Selasa pagi (23/11), melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Sekolah Dasar Negeri 19 Sungai Andok, Kelurahan Kampung Manggis, Kecamatan Padangpanjang Barat.

Kunjungan mendadak yang dilakukan ‘Ayah Genre 2016’ itu untuk melihat langsung kondisi sarana prasarana dan proses belajar mengajar di sekolah dasar terluar wilayah Kelurahan Kampung Manggis itu.

Kedatangan Wako Hendri Arnis dimanfaatkan oleh guru-guru yang mengajar disekolah tersebut. Banyak usulan dan harapan yang disampaikan langsung kepada orang nomor satu di Kota Padangpanjang ini. Salah seorang guru menyampaikan keinginannya agar SD 19 memiliki alat-alat musik dan pakaian seni untuk kegiatan ekstrakurikuler.

“Kalau bisa kami ingin punya alat kesenian sekaligus baju pertunjukannya, Pak, karena yang kami punya saat ini sudah usang dan tidak layak pakai lagi,” ungkapnya.

Diskusi mendadak yang berlangsung di ruang guru itu pada awalnya berjalan santai diselingi candaan khas Hendri Arnis. Namun suasana berubah serius saat Wako Hendri Arnis menegaskan guru-guru yang mengajar di sekolah harus paham bagaimana kebutuhan sekolah dianggarkan. Mulai dari pengusulan kegiatan sampai terbitnya DPA.

“Sudah seharusnya Bapak Ibu belajar dan memahami bagaimana proses menganggarkan suatu kegiatan untuk sekolah,” kata Wako. Sebab, imbuhnya, kebutuhan sekolah baik sarana prasarana ataupun pengusulan kegiatan seharusnya disampaikan tertulis kepada bidang terkait di Dinas Pendidikan dan jangan disampaikan secara lisan.

“Jika usulan sudah disampaikan hingga 3 kali namun tidak ada tanggapan, langsung temui saya. Saya yang akan mengusulkan langsung,” tegasnya.

Lebih lanjut, guru-guru Sungai Andok itu juga berharap agar dibuatkan perpustakaan yang layak sebagai penunjang proses belajar mengajar karena pustaka merupakan jendela dunia’ yang bisa dimanfaatkan murid untuk menambah wawasan dan pengetahuannya.

Tidak hanya masalah sarana prasarana, jumlah murid yang bersekolah di sekolah itu tak luput dari pantauan Hendri Arnis. Wako menyayangkan jumlah murid yang hanya berjumlah 78 orang. Sedangkan kapasitas sekolah bisa menampung lebih banyak dari itu.

“Seharusnya murid di sini bisa lebih banyak jika kepala sekolah beserta guru mau turun langsung ke masyarakat untuk mengajak atau membujuk anak-anak mereka bersekolah di sini,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Wako Hendri Arnis didampingi Sekretaris Dishubkominfo, Sekretaris PU, Kabag Perekonomian, dan beberapa orang staf. (ak/*)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY