Garabak Data Bergelut dengan Ketertinggalan

0
703
JALAN menuju Nagari Garabak Data yang kondisinya sangat memiriskan, becek dan berlumpur, terutama di musim penghujan. Entah sampai kapan masyarakatnya akan hidup dalam ketertinggalan. WANDY

SOLOK, KP – Kondisi jalan menuju Nagari Garabak di Kabupaten Solok benar -benar memprihatikan. Sejak Indonesia merdeka, jalan menuju nagari di belahan tenggara kabupaten penghasil bareh tanamo itu belum pernah disentuh aspal apalagi hotmix.

Garabak Data merupakan bagian dari Kecamatan Tigo Lurah yang merupakan kecamatan hasil pemekaran dari Payung Sekaki. Di antara lima nagari yang ada di Tigo Lurah, mungkin kondisi jalan menuju Garabak Data yang paling parah.

“Bila hujan tiba, masyarakat terpaksa berjalan kaki puluhan kilometer karena sepeda motor tidak bisa masuk karena kondisi jalan sangat becek,” terang Walinagari Garabak Data, Pardinal, kepada rombongan Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin, saat berkunjung ke nagari terisolir itu belum lama ini.

Nagari berpenduduk lebih 2.600 jiwa itu mayoritas mata pencaharian warganya adalah petani. Mereka jarang meninggalkan kampung halaman karena kondisi perhubungan dan akses komunikasi yang sulit.

“Kami hanya minta pemerintah, baik Pemkab Solok maupun Pemprov Sumbar benar-benar serius memperhatikan nasib nagari kami ini, terutama untuk membangun infrastrukturjalan,” kata Pardinal dengan nada menghiba.

Dia menjelaskan, alasan utama penduduk malas bepergian adalah karena harus berjalan kaki puluhan kilometer dengan waktu tempuh belasan hingga puluhan jam. Bahkan dari Jorong Garabak menuju Jorong Data, bisa ditempuh seharian dengan berjalan kaki. Satu-satunya alat trasnportasi masyarakat setempat adalah kuda beban layaknya masa silam.

“Kalau ada berita baik atau buruk dari sanak saudara yang tinggal di jorong tetangga atau di luar Nagari Garabak Data, masyarakat harus berjalan kaki menuju Batu Bajanjang agar bisa mendapatkan sinyal seluler untuk berkomunikasi dengan handphone,” terang Sainah (35), warga Jorong Garabak.

Entah sampai kapan nagari dan masyarakat Garabak Data akan tinggal dalam keterisolasiandan tidak bisa menikmati hasil kemerdekaan seperti masyarakat di nagari lain. (wandy)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY