Guru Masa Depan Adalah yang Mampu Menguasai IT

0
227
Novridawati (tengah) Guru TK Islam Jamiyatul Hujjaj Kota Bukittinggi berhasil masuk 10 terbaik lomba “Best Practice” atau pengalaman terbaik  pada Simposium Guru Tingkat Nasional di Bogor yang berakhir, kemarin. ALSURAU

BUKITTINGGI, KP – Novridawati, guru TK Islam Jamiyyatul Hujjaj Kecamatan Guguak Panjang Kota Bukittinggi berhasil masuk sepuluh terbaik dalam lomba “Best Practice” atau pengalaman terbaik  pada Simposium Guru Tingkat Nasional di Bogor yang berakhir, kemarin.

Karya tulis yang mengantarkan ibu satu anak ini tampil di tingkat nasional bersama guru lainnya di tanah air mengangkat judul “TK Teki Medis Pembela Anak Usia Dini di TK Islam Jamiyatul Hujjaj Kota Bukittinggi”.

Ia merasa senang terpilih mengikuti seleksi peserta Simposium Guru tingkat nasional ini. Pasalnya, karya tulis yang masuk di ajang tersebut berasal dari guru yang ada di seluruh pelosok tanah air, sekitar 3 ribu lebih. Dari jumlah sebanyak itu, hanya dua ratus orang yang karyanya dianggap baik dan mengikuti simposium guru tersebut.

“Alhamdulillah, ia masuk dalam sepuluh terbaik. Peserta yang masuk nominasi sepuluh terbaik, tampil dihadapan seluruh peserta untuk presentasi. Saat tampil banyak yang mengagumi hasil karyanya. Kebagiaan semakin lengkap karena dapat bertatap muka lansung dengan Presiden RI Joko Widodo dalam acara Hari Guru Nasional di Sentul Bogor Jawa Barat, ” ujar guru kelahiran Maninjau 11 November 1976 itu saaat melapor ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bukittinggi yang diterima pengawas TK Syofyeni dan Sofia Marni.

Best praktice yang dilakukan di sekolahnya adalah memanfaatkan Teknlogi Informasi (IT) dalam pembelajaran. Melalui karya yang dibuatnya dapat mengembangkan aspek motorik, spritual dan perkembangan pengetahuan anak.

Ia menyebutkan, menggunakan IT dalam pembelajaran, akan membuat anak jauh dari kebosanan, bila dibandingkan dengan metode ceramah.

Novridawati juga mengajak para guru TK lainya, agar ikut memanfaatkan IT sebagai media pembelajaran. “Di samping menarik bagi murid, metode tersebut dapat diikutkan dalam lomba inovasi pembelajaran bagi guru yang diselenggarakan Kemendikbud,“ jelasnya.

Sementara pengawas TK Disdikpora Bukittinggi, Syofyeni dan Sofia Marni menyebutkan, guru mulia karena karyanya memang benar. “Kedepan guru berprestasi, guru yang kreatif dan inovatif akan merasakan nikmat dan indahnya mendapat reward dan penghargaan dari pemerintah,” katanya

“Kita berharap Novridawati dapat teruslah berkarya. Sebab, guru masa depan adalah mereka yang mampu menguasai IT. Guru yang tidak mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi akan terpinggirkan. Sehingga, sejatinya guru memanfaatkan IT dan komputer sebagai media pembelajaran di kelasnya,” tambah Syofyeni. (Alsurau)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY