Komisioner KPU Payakumbuh Jalani Sidang Perdana DKPP

0
301
Lima komisioner KPU Payakumbuh sedang menjalani sidang perdana etik DKPP di ruangan sidang Bawaslu Sumbar, di Padang, Selasa (29/11). RIDHO MULDI PUTRA

PAYAKUMBUH, KP – Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumbar menggelar sidang perdana terhadap komisioner KPU Payakumbuh, di ruangan Sidang Bawaslu Sumbar, di Padang, Selasa (29/11).

Sidang itu terkait laporan Panwaslih Payakumbuh ke Bawaslu Sumbar tentang dugaan pelanggaran etika penyelenggara pilkada oleh KPU Payakumbuh.

Informasi yang dihimpun KORAN PADANG, sidang itu dihadiri Ketua KPU Payakumbuh Hetta Manbayu selaku teradu dan empat orang komisioner KPU, Yuzalmon, Heidi Mursal, M. Khadafi, dan Ade Jumiarti.

Sidang Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) terkait Penetapan pasangan calon yang dinilai masih bermasalah dengan pajak itu dipimpin Ketua Majelis Pemeriksa Sidang Tim Pemeriksa Daerah DKPP, Prof. Dr. Anna Erliyana, SH., MH serta anggota majelis yang terdiri dari dua orang tokoh masyarakat dan dua dari unsur KPU dan Bawaslu Sumbar.

Persoalan itu pertama kali mencuat setelah KPU meloloskan pasangan calon Walikota-Wakil Walikota Payakumbuh, Wendra Yunaldi – Ennaidi Dt. Angguang yang maju sebagai Calon perseorangan (independen) pada pilkada Payakumbuh 2017.

Hal itu mendapat sorotan serius dari Panwaslih Payakumbuh. Pasalnya, salah satu bakal calon Walikota, Wendra Yunaldi, dianggap Panwaslih tidak memenuhi syarat untuk diloloskan sebagai karena yang bersangkutan masih mempunyai tunggakan pajak.

“Sesuai peraturan PKPU Nomor 9 tahun 2016, salah satu syarat bakal calon adalah tidak tertunggak pajak. Sementara sesuai surat terakhir yang diterima Panwaslih Kota Payakumbuh yang dilayangkan Dirjen Pajak, Wendra Yunaldi masih tercatat penunggak pajak,” ungkap Ketua Panwaslih Kota Payakumbuh, Media Febrina, kepada wartawan usai penetapan tiga pasang calon Walikota dan Wakil Walikota berapa waktu lalu.

Menurutnya, diloloskannya pasangan balon yang masih bermasalah dengan tunggakan pajak oleh KPU Payakumbuh itu akan menjadi perhatian dan kajian serius Panwaslih. Sebab, hanya berbekal selembar surat rekomendasi dari KPU RI Nomor 562/KPU/X/2016 tertanggal 18 Oktiober 2016 yang ditandatangani Ketua KPU RI, Juri Ardiantoro, pihak KPU Kota Payakumbuh meloloskan Wendra Yunaldi sebagai calon Walikota berpasangan dengan calon Wakil Walikota Ennadi Dt. Angguang.

Seperti dikutip dari surat penjelasan KPU RI tersebut dan dijadikan dasar bagi KPU Kota Payakumbuh untuk meloloskan Wendra Yunaldi sebagai calon Walikota diuraikan bahwa Wendra Yunaldi sedang mengajukan permohonan keberatan/banding atas data utang pajak/tunggakan pajak yang diterbitkan Direktorat Jenderal Pajak KPP Pratama Kota Payakumbuh pada 14 September 2016, sehingga proses pencalonannya dapat dilanjutkan sampai dengan putusan banding diterbitkan.

“Terkait soal surat penjelasan KPU RI yang menjadi dasar oleh KPU Kota Payakumbuh untuk meloloskan Wendra Yunaldi, kami dari Panwaslih Kota Payakumbuh tidak sependapat karena surat yang diterbitkan Dirjen Pajak itu sangat berlawanan dengan penjelasan KPU RI,” ujarnya.

Sementara, Ketua KPU Kota Payakumbuh, Hetta Manbayu, menyebut KPU sudah menjalani seluruh proses tahapan pilkada dengan baik dan benar, termasuk melakukan verifikasi faktual kepada semua pihak dan lembaga terkait. (Ridho)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY