Moratorium UN 2017 Dinilai bakal Timbulkan Masalah Baru

0
453

PADANG, KP – Kebijakan Moratorium terhadap Ujian Nasional (UN) 2017 oleh Pemerintah Pusat dinilai akan menimbulkan masalah baru bagi dunia Pendidikan di Indonesia.

Kepala SMAN 10 Padang, Parendangan berpandangan, terkait moratorium UN 2017 yang akan dilakukan pemerintah pusat, menurutnya, UN masih dibutuhkan, dalam arti lain, tentang keefektifan, bila dilihat dari sisi ekonomi.

“Apabila UN ditiadakan, tentunya ujian sekolah akan dilaksanakan pihak provinsi, mengingat Indonesia mempunyai 34 provinsi, maka akan membuat pengeluaran lebih besar lagi. Sehingga, menumbuhkan masalah baru,” ungkapnya kepada KORAN PADANG saat ditemui di sekolahnya, Selasa (29/11).

Ia menjelaskan, UN sendiri berfungsi untuk melihat sejauh mana pemerataan tingkat pendidikan di Indonesia. Karena UN merupakan suatu standar untuk pemerataan pendidikan di Indonesia, baik sekolah yang telah maju ataupun yang tertinggal, seperti yang berada di daerah terisolir.

Lalu, UN itu salah satu alat untuk membuat siswa itu lebih terpacu dalam belajar. Sedangkan, hingga saat ini, masih ada siswa yang malas untuk belajar, apalagi jika UN ditiadakan. “Jika UN ditiadakan dan provinsi siap menjadi delegasi dari nasional, maka ini tidak efektif secara ekonomi dan pengerjaannya,” jelas Parendangan.

Lebih lanjut dikatakannya, sebuah negara membutuhkan nilai – nilai moral yang tinggi. Sehngga, ia yakin UN ini termasuk salah satu tolak ukur untuk bisa menentukan hal tersebut.

“UN masih diperlukan, mengingat mental bangsa kita yang memang belum bisa diberi kebebasan. Dari pengertian yang positifnya, generasi penerus bangsa ini masih harus diikat, dibimbing,” tambahnya.

Untuk itu, ia berharap agar UN ini tidak dihapuskan, melainkan dilakukan saja penyederhanaan dan penginovasian, karena ini lebih baik ketimbang dihapuskan.

Hal senada juga dikatakan, Kepala SMA Bunda Padang, Elfrieni. Menurutnya, UN tidak harus dihapuskan, mengingat para siswa ini nantinya ditakutkan akan lebih malas lagi dalam belajar. Sehingga, akan berakibat pada kemelorotan pendidikan di Indonesia ini.
Berbeda dengan siswa yang rajin dalam belajar, tentunya UN menjadi motivasi bagi mereka dalam belajar.

Ia berharap, UN tetap diadakan, karena menjadi salah satu tolak ukur sampai sejauh mana siswanya dalam memahami materi – materi pembelajaran yang telah diberikan guru.
Sebelumnya, Gubernur Sumbar, H.Irwan Prayitno mengatakan, terkait masalah moratorium atau peniadakan UN pada tahun 2017, Sumbar sifatnya menunggu keputusan dari pusat. (Teddy)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY