Nusantara Bersatu, Ribuan Massa Padati RTH Imam Bonjol Padang

0
227

PADANG, KP – Ribuan massa yang terdiri dari TNI, Polri, serta sejumlah organisasi, tokoh agama, masyarakat, pelajar dari tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga universitas memenuhi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Imam Bonjol, Padang, Rabu (30/11) pagi. Mereka datang untuk menghadiri acara “Nusantara Bersatu” yang digagas oleh Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

 

Kegiatan itu guna memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tidak itu saja, dalam acara tersebut juga dipamerkan sejumlah alutsita, diantaranya beberapa unit panser, senjata SMB, SMR, mortar 80, mobil PJD, LCR, mobil OZ.

 

Hendra Irwan Rahim yang hadir dalam kesempatan itu menyampaikan, bahwa pada tanggal 24 November 2016 Panglima TNI telah menggagas suatu pergerakan Nusantara Bersatu yang dilaksanakan seluruh Indonesia.

 

“Dengan diikatkan merah putih di kepala menunjukkan Indonesia milik kita bersama. Itulah Bhineka Tunggal Ika,” ucap Hendra Irwan Rahim, yang merupakan Ketua DPRD Provinsi Sumbar itu.

 

Ditambahkannya, gagasan tersebut didasari oleh kondisi negara yang saat ini di mana sudah terjadi demo di Jakarta dengan jumlah ratusan ribu orang dari seluruh nusantara. Dan pada tanggal 2 Desember besok, akan dilaksanakan demo kembali dengan berzikir bersama.

 

“Bila masyarakat bersatu, maka bangsa Indonesia tidak terpecah belah dan tidak ada yang mengganggu. Maka itu, mari kita jaga kedamaian, jaga kebhinnekaan,” imbaynya.

 

Sementara itu, tokoh agama dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Padang, Duski Samad menuturkan, acara seperti ini dapat menumbuhkan rasa keharmonisan antara masyarakat, tokoh agama dengan pemerintah.

 

“Saya meminta agar menghindari isu yang tidak bertanggung jawab. Bila masyarakat dan pemerintah bersatu, maka amanlah negara ini,” pungkasnya.

 

Dalam acara “Nusantara Bersatu” turut hadir Danrem 032/WBR, Danlantamal II Padang, Danlanud Sutan Sjahrir, Ketua DPRD Sumbar, Sekda Prov Sumbar, Ketua DPRD Padang, Ketua LKAAM Sumbar, Forkopinda Sumbar, Forkopinda Padang, Kesbangpol Sumbar, Dinas Pendidikan Padang dan perwakilan datuk adat se-kecamatan Padang. (Irwanda)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY