Proses IAIN IB Padang Jadi UIN Mendekati Final

0
1477
Logo IAIN Imam Bonjol Padang

PADANG, KP – Proses yang ditempuh Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol Padang untuk menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) sudah mendekati final.

Namun dibandingkan, dengan Institut Islam yang ada di Padang Sidempuan, yang dulu menjadi cabang IAIN Imam Bonjol, perguruan tinggi islam yang berada di kawasan Lubuk Lintah Kota Padang kalah cepat.

“Saat ini tidak hanya IAIN Imam Bonjol Padang saja yang mengajukan untuk dijadikan UIN, tetapi setidaknya ada enam institut islam yang ingin menjadi universitas islam di seluruh Indonesia, seperti Jambi, Lampung, Banten, Banjarmasin, dan Mataram,” sebut Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin pada sambutannya dalam rapat senat terbuka Dies Natalis Emas 50 Tahun IAIN Imam Bonjol Padang, Selasa (29/11).

Ia menjelaskan, selama ini ia juga mengikuti perkembangan IAIN Imam Bonjol Padang. Akan tetapi, menurut perhatiannya, larinya IAIN Imam Bonjol Padang kurang cepat. Kalah oleh cucunya yang di Padang Sidempuan. Dulu, yang di Padang Sidempuan Sumatera Utara hanya fakultas Tarbiyah saja, cabang IAIN Imam Bonjol Padang. Kemudian dia  berkembang, dan saat ini sudah menjadi UIN Sumatera Utara.

“Sementara IAIN Imam Bonjol Padang masih dalam proses. Meski begitu dengan beralihnya menjadi UIN Imam Bonjol membawa dampak yang positif dari semua bidang, mulai dari pembangunan, akademik, mahasiswa, kualitas dosen, sampai seterusnya. Semoga, bila telah menjadi UIN, larinya semakin kencang,” jelasnya.

Keinginan IAIN Imam Bonjol Padang untuk menjadi UIN tinggal dua langkah lagi. Saat ini proses alih tersebut sudah berada pada tahap Pengajuan Izin Prinsip dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) Republik Indonesia ke presiden.

Rektor IAIN Imam Bonjol Padang, Eka Putra Wirman mengatakan, saat ini proses alih IAIN Imam Bonjol Padang menjadi UIN berada pada tahap ke tujuh dari sembilan tahap yang harus dipenuhi. Katanya, dari beberapa informasi yang diperoleh pihaknya secara prinsip pengajuan tersebut sudah memenuhi syarat dan dapat diterima.

“Insyaallah dalam beberapa waktu ke depan segera ditandatangi oleh presiden.  Transformasi atau proses alih IAIN Imam Bonjol menjadi UIN Imam Bonjol tidak mungkin terealisasi dengan baik apabila tidak ditunjang dengan kelengkapan sarana dan prasarana. Saat ini IAIN Imam Bonjol Padang ikut mengajukan proposal pembiayaan sarana dan prasarana dari pemerintah dengan skema bantuan dari Islamic Development  Bank (IDB),” terangnya.

Tidak hanya itu, untuk memantapkan diri menjadi UIN,  saat ini IAIN Imam Bonjol Padang juga dalam proses untuk memiliki Sistem Informasi (Sisfo) sendiri. Selama ini, katanya, institut tersebut bekerja sama dengan Cyber Jogja.

“Alih status IAIN Imam Bonjol Padang menjadi UIN Imam Bonjol bukanlah tujuan akhir pencapaian. Akan tetapi, peralihan tersebut merupakan sebuah alat atau sarana untuk pengembangan mandat keilmuan sehingga dapat berperan secara maksimal  dalam mencerdaaskan kehidupan masyarakat melalui pengembangan dan pengimplementasikan nilai-nilai keislaman,” ujarnya.

Untuk itu, ia  mengimbau seluruh stakeholder di lingkungan IAIN Imam Bonjol Padang untuk berbenah diri dalam menyambut proses peralihan tersebut. Ia juga meminta agar seluruh civitas akademika IAIN Imam Bonjol Padang meninggalkan pola pikir lama yang tradisional  menuju pola pikir yang baru dan modern.

“Pola kerja yang mengalir, intangible, tanpa ada target yang jelas, harus segera diganti dengan pola yang terukur dan pekerjaan yang ada dapat diselesaikan dengan perencanaan, tahapan, dan strategi. Itulah yang harus dilakukan menyambut peralihan IAIN menjadi UIN tersebut,” pungkasnya pada kegiatan yang juga dihadiri Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. (Bobby) 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY