Ribuan Warga Sumbar Terjaring HIV/AIDS

0
168
ilustrasi

PADANG, KP – Penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS)saat ini sudah merambah seluruh kabupaten/kota di Sumatra Barat (Sumbar).Kota Padang tercatat sebagai daerah terbanyak ditemukanpenderita HIV/AIDS sebanyak 557 orang.

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sumbar, Efrida Aziz,kemarin, mengungkapkan hingga saat ini tercatat 1.192 orang penderita AIDS di Sumbar. Angka itu merupakan angka kumulatif yang dihimpun KPA hingga 2016 ini. Menurutnya, jumlah tersebut merupakan angka yang sangat mengkhawatirkan.

“Diseluruh kabupaten dan kota di Sumbar sudah ditemukan kasusnya,” jelasnya.

Ditambahkannya, penyumbang terbanyak penderita penyakit mematikan itu berasal dari masyarakat yang terlibat hubungan homoseksual atau penyuka sesama jenis, yakni antara laki-laki dengan laki-laki.

Selain itu, penularan virus HIV/AIDS juga terjadi karena pergaulan bebas atau berhubungan badan secara bebas, kumpul kebo, penggunaan narkoba dengan jarum suntik, dan sejumlah faktor lainnya.

Untuk itu dia mengimbau agar masyarakat waspada. Apalagi, penularannya bisa terjadi secara sederhana, seperti penggunaan pisau cukur ditempat pangkas atau salon.

“Saat ini KPA sedang fokus menyosialisasikan agar penyakit itu tidak merambah di Sumbar. Sosialisasi lebih intens akan dilakukan ke sekolah menengahkarena remaja pada usia ini paling rentan dengan berbagai macam pergaulan yang merusak dan dapat berujung terjangkit virus HIV/AIDS,” terangnya sembari menyebutkan remaja berumur 15-19 tahun paling rawan terjangkit karena mereka masih memiliki kepribadian yang mudah terpanguruh dengan hal-hal yang bersifat buruk.

Karena kasus itu sudah merambah seluruh kabupaten dan kota di Sumbar, maka KPA meminta kepala daerah se-Sumbar untuk menyikapi persoalan tersebut dengan serius dan sungguh-sungguh. Dengan dukungan pemerintah, dia meyakini perkembangan virus itu bisa diminimalisir dengan baik.

“Kepala daerah juga harus aktif melakukan sosialisasi untuk mengantisipasi agar penyakit mematikan ini tidak berkembang. Selain itu,kita juga sudah punya Surat Edaran Gubernur untuk pencegahan penyakit ini,” ujarnya.

Dia menjelaskan, cara paling efektif mencegah penyakit itu tidak berkembang adalah memulai dari diri sendiri dan orang yang tinggal pada lingkungan sekitar serta selalu mengingatkan keluarga agar menjauhi penyebab yang bisa menularkan virus tersebut. (Bobby)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY