Mahasiswa Malaysia Ngajar ke Bukittinggi

0
114
Rombongan mahasiswa dan dosen Institut Keguruan Seremban Malaysia saat disuguhi siriah dalam carano saat berkunjung ke SDN 04 Birugo Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB) Bukittinggi, Selasa (6/12). ALSURAU

BUKITTINGGI, KP – Sebanyak 20 orang mahasiswa dan dosen Institut Keguruan Seremban Malaysia berkunjung ke SDN 04 Birugo Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB) Bukittinggi, Selasa (6/12).

Kedatangan tamu dari Seremban Malaysia ke Kota Wisata itu disambut dengan tari pasambahan oleh murid-murid sekolah peraih anugrah adiwiyata tingkat nasional itu.
Kepala SDN 04 Birugo Kota Bukittinggi, Hj.Artispen menyebutkan, prestasi yang dicapai SDN 04 selama kepemimpinanya, salah satunya ditetapkannya sekolah tersebut sebagai sekolah rujukan tingkat nasional.

Tidak hanya itu, jelas Hj.Artispen yang kemarin, Senin (6/12) dilantik Walikota Bukittinggi mutasi sebagai kepala SDN 03 Pakan Kurai Simpang Mandiangin Kecamatan Guguak Panjang, menyebutkan SDN 04 Birugo ini juga sekolah pendidikan keluarga, penyelenggara penguatan pendidikan karakter, sekolah penyelenggara pendidikan inklusi, peraih anugrah adiwiyata tingkat nasional dan terbaik pertama dalam lomba pengelolaan dana BOS tingkat nasional.

Di tempat yang sama Ketua rombongan Baduhishan Md.Zain menyampaikan terima kasih atas penyambutan rombongan yang luar biasa itu.

Ia menjelaskan, tujuan datang ke sekolah ini, untuk berbagi tentang sistem pendidikan di Indonesia khususnya di Bukittinggi, jika mungkin akan diterapkan di Seremban Malaysia.
Rombongan yang datang kali ini, katanya  sebanyak 20 orang yang berasal dari dosen/pensyarah dan mahasiswa Institut Keguruan Seremban.

Untuk itu, ia minta waktu kepada kepala SDN 04 Birugo dapat mengizinkan   mahasiswanya untuk mengajar selama 30 menit di sekolah tersebut.

Badurhishan Md.Zain menambahkan, sistem pendidikan kedua negara antara Indonesia dan Malaysia memiliki kelebihan dan keunggulan masing-masing.

“Indonesia pelaksanaan  ko-kurikulernya sangat maju dibandingkan dengan Malaysia. Jadi, kami ingin memperkenalkan kepada mahasiswa bagaimana sistem pendidikan di luar negara khususnya di Bukittinggi. Sehingga, mereka memiliki kepercayaan diri dalam mengajar nantinya,” kata Badurhishan.

Mahasiswa yang ikut rombongan ini berasal dari beberapa daerah di Malaysia seperti, dari Kelantan, Perak, Selangor, Djohor dan Trengganu.

Mahasiswa pilihan ini tidak dibebankan biaya pendidikan alias gratis bahkan mereka menerima beasiswa 550 Ringgit per bulannya. Konsekuensinya mereka wajib mengajar setelah tamat dari perguruan ini. (als)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY