Jumlah Insinyur Indonesia Terendah di Asean

0
213
Direktorat Jendral Bina Konstruksi Kementrian PU-PERA, Ir. Yusid Toyib foto bersama dengan Ketua Yayasan Pendidikan Teknologi Padang, Drs. H. Zulfa Eff Uli Ras, Rektor ITP, Ir. Hendri Nofrianto beserta jajarannya usai memberikan kuliah umum di Aula Gedung D Kampus ITP, Kamis (8/12). SEPTIADI NEFRI

PADANG, KP – Potensi pembangunan di Indonesia sangatlah besar. Namun, hal itu tak sebanding dengan jumlah Insinyur yang ada. Bahkan, dari data Persatuan Insinyur Indonesia menunjukkan jumlah insinyur Indonesia Terendah di Asean. Artinya, negara ini masih ‘miskin’ Insinyur.

Hingga kini, jumlah insinyur di Indonesia tercatat sebanyak 3.038 orang. Sedangkan, negara tetantangga Singapura, jumlan insinyurnya terdapat sebanyak 28.235 orang. Ini menjadi tantang baru bagi para calon insinyur, untuk bisa bersaing dan berkembang di dalam negeri maupun luar negeri, mengingat semenjak awal 2016, MEA telah berjalan di Indonesia.

Hal itu diungkapkan dalam kuliah umum di gelar Institut Teknologi Padang (ITP) menghadirkan Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PU-PERA, Ir. Yusid Toyib di kampus tersebut, Kamis (8/12).

Kegiatan itu mengangkat tema “Kebijakan Pembinaan Sumber Daya Manusia dalam Mewujudkan Tenaga Ahli Konstruksi yang Berkompeten dan Produktif Melalui Link and Match”

Menyikapi hal itu, Yusid Toyib menyebutkan, Indonesia memang masih banyak membutuhkan orang – orang yang dapat membangun negeri ini. “Kita berharap agar para mahasiswa teknik khususnya di ITP Padang bisa bekerja dan dapat bersaing nantinya sesuai dengan  jurusan masing – masing baik ditingkat nasional maupun internasional,” harapnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, untuk mewujudkan tenaga – tenaga ahli konstruksi yang berkompeten dan produktif melalui Link and Match, Perguruan Tinggi diminta bisa memberikan pembelajaran atau pemahaman kepada mahasiswa, tentunya sesuai dengan ruang lingkup kebutuhan yang ada.

Sambangnya, hal ini nanti akan berdampak pada terserapnya lulusan – lulusan teknik di Indonesia dalam hal industri baik dalam negeri maupun luar negeri.

“Kedepan kita harus bisa memenangkan persaingan ini, dengan cara membina Sumber Daya Manusia (SDM), membina badan usaha yang berkualitas. Sehingga, kita bisa menghasilkan suatu pekerjaan yang berkualitas,” jelasnya.

Senada, rektor ITP Padang, Hendri Nofrianto menjelaskan, ini merupakan hal baru bagi ITP, terkhususnya bagi mahasiswa dan dosen – dosen ITP. “Ini menjadi motivasi bagi mahasiswa, pihak perguruan tinggi, tentang bagaimana mendidik para mahasiswa, agar lebih baik maksimal lagi, dalam melahirkan lulusan yang berdaya saing tinggi,” kata Rektor.

Lanjutnya, selain pembinaan, selama tiga tahun belakangan ini, ITP juga melakukan uji kompetensi bagi calon wisudawan, dan sekaligus menjadi perpanjangan kerjasama dengan Dinas Prasjal Tarkim Sumbar.

“ITP terus berupaya secara maksimal mencetak tenaga kerja konstruksi yang handal dan berdaya saing tinggi melalui calon wisudawan, dalam memperkokoh dan mendorong pertumbuhan infrastruktur di negara sendiri,” tambahnya.

Kuliah Umum itu yang juga dihadiri Ketua Yayasan Pendidikan Teknologi Padang, Drs. H. Zulfa Eff Uli Ras, Kepala Dinas Prasjal Tarkim Sumbar, Ridha Sutrian Putra, Dosen dan Mahasiswa ITP. (ted)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY