Tingkatkan Kesehatan Masyarakat, 2017 Padangpariaman Didirikan PSC

0
211
Kadis Kesehatan Padangpariaman, Aspinuddin bersama rombongan dalam rangka kaji banding ke Puskesmas Blahbatu II Kabupaten Gianyar, Bali, Rabu (7/12). Humas

PADANGPARIAMAN, KP – Dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, Kabupaten Padangpariaman mendirikan Public Safety Center (PSC) yang merupakan pusat pelayanan pengaduan masyarakat dengan membuka layanan nomor telepon 119. Program ini akan direalisasikan pada tahun 2017 melalui Dana Alokasi Khusus yang dilengkapi fasilitas gedung, ambulan dan pusat data.

“Atas arahan Bapak Bupati, kita 24 jam melayani kesehatan masyarakat. Bupati dan DPRD fokus dalam urusan pelayanan kesehatan melalui Program Padangpariaman Sehat (PPS) yang telah dimulai sejak dua tahun lalu,” kata Kadis Kesehatan Aspinuddin ketika melalukan kaji banding di Kabupaten Gianyar, Propinsi Bali saat berada di Puskesmas BlahBatuh II, Gianyar, Bali, Rabu (7/12).

Aspinuddin menjelaskan, PPS merupakan paradigma baru dalam pelayanan kesehatan dimana petugas kesehatan mendatangi rumah penduduk untuk menanyakan sekaligus sosialisasi pola hidup sehat.

“Jika ditemukan orang yang sakit langsung diobati, jika perlu penanganan ke rumah sakit. Biayanya gratis ditanggung oleh Pemerintah Daerah dan BAZNAS. Suksesnya PPS ditandai dengan menekan angka kematian ibu hingga nol kasus pada tahun 2015,” ulasnya.

“Alhamdullilah, Program Padangpariaman dikenal sebagai daerah pelayanan kesehatan terbaik dan menjadi rujukan nasional,”sambung Mantan Direktur RSUD Parit Malintang itu.

Lebihlanjut, dijelaknnya, setelah berjalan dua tahun, PPS dievaluasi dimana dinas kesehatan berinovasi dengan memanfaatkan teknologi informasi dengan meluncurkan program Padang Pariaman Sehat Online dan e-Puskesmas. Hal ini bertujuan memudahkan dalam pendaftaran pasien, dokter yang menangani, obat yang diberikaan, penyakit yang diderita yang direkap Puskesmas setiap hari, bulan dan tahunnya.

Ditambahkannya bahwa dalam persiapan ke 25 Puskesmas di Padang Pariaman menjadi BLUD, pihaknya telah membuat draf Rancangan Peraturan Daerah Tarif untuk dibahas bersama DPRD menjadi Peraturan Daerah. Perda Tarif ini akan menjadi dasar hukum pengelolaan keuangan BLUD di daerah. “Semoga Ranperda ini bisa ditetapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama,” katanya.

Ditempat yang sama, Ketua Komisi IV DPRD Dwiwarman mengatakan, bahwa dinas kesehatan harus terus berinovasi untuk mempercepat dan memudahkan masyarakat mulai antri berobat hingga mendapatkan obat. Pelayanan juga mengatakan keramahan, prosedur yang tidak berbelit-belit serta biaya murah.

“Kita apresiasi Dinkes dan jajaran yang sudah bekerja optimal memberikan pelayanan kesehatan masyarakat” kata Dwiwarman.

Sementara itu, Kabid Kesehatan Kapupaten Gianyar, Tri, mengatakan bahwa program kesehatan sudah lebih baik melebihi target MDGS dan RPJMN. Tahun 2015, kata Tri, Angka Kematian Ibu tidak ada lagi sedangkan Angka Kematian Balita berkurang drastis. Selanjutnya ia memaparkan bahwa 13 Puskesmas di Gianyar sudah menerapkan Badan Layanan Unit Daerah (BLUD).

“Puskesmas menjadi BLUD sejak tahun 2011 yang lalu,” kata Tri.

Kepala Puskesmas Blahbatu II Intan Ayurni mengakui, awal mula penerapan BLUD masih bermasalah DNA kurangnya sosialisasi dan masalah teknis lainnya. Namun berkat pembinaan, saat ini tidak ada masalah lagi dan bisa mengelola keuangan di Puskesmas masing-masing.

“Kita juga lakukan konsultasi ke Kemendagri untuk pemantapan BLUD,” ujar Intan

Dalam operasional BLUD, pihaknya didukung Dinas Keuangan untuk mengadakan pelatihan SIMDA dan penataan aset. Jadi pihaknya tidak mengadakan pelatihan dalam menjalankan pelayanan Puskesmas. Namun ia mengaku maish kekurangan tenaga pengelola keuangan yang berlatar pendidikan ekonomi akuntansi.

Ia mendorong agar Puskesmas di Padang Pariaman agar bisa merencanakan, mengelola dan pengawasan terhadap kebutuhan Puskesmas.

“BLUD Puskesmas sebaiknya diterapkan juga di Padang Pariaman untuk melayani masyarakat,” ungkapnya.

Kaji banding ke kabupaten Gianyar diikuti oleh Kadis Kesehatan Aspinuddin beserta Kabid, Inspektur Dewi Roslaini, Kabag Humas Hendra Aswara dan 25 Kepala Puskesmas Se-Padang Pariaman. (iwa/*)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY