Kasus Curanmor Sadis Di Limapuluh Kota, Salah Seorang Pelaku Ngaku Wartawan

0
451
M. Yunus (Kiri) dan Febie Saptono Putra (Kanan) dua pelaku curanmor saat berada di Mapolres Limapuluh Kota tengah diintrogasi petugas, Kamis (8/12). Satu diantaranya mengaku sebagai wartawan. DODDY SASTRA

LIMAPULUH KOTA, KP – Satu dari dua tersangka pelaku pencurian mobil jenis pikc up L 300 di Limbanang, Kabupaten Limapuluh Kota, yang nekat menabrak istri pemilik mobil yang sedang hamil itu mengaku merupakan wartawan Surat Kabar Mingguan (SKM) Buser terbitan di Kota Jakarta. Hal itu diungkapkan pelaku bernama M. Yunus, (45) ketika diperiksa penyidik Satreskrim Polres Limapuluh Kota, Kamis (8/12).

“Pelaku, M. Yunus ini selain berprofesi sebagai wartawandia juga tercatat sebagai anggota salahsatu Organisasi Masyarakat (ormas)di Kota Pekanbaru, Riau. Hal itu terungkap dari Kartu Tanda Anggota (KTA) dan Kartu Pers serta surat tugas yang dimiliki tersangka yang disita penyidik dari tangan pelaku,” ungkap Wakapolres Limapuluh Kota, Kompol Eridal yang didampingi Kabag Humasnya AKP Efrizul, diruang kerjanya.

Kompol Eridal menjelaskan, dari pengakuan para tersangka aksi pencurian tersebut juga telah direncanakan sebelumnya. “Sehari sebelum mobil itu di curi, para tersangka sudah berada di Tempat kejadian Perkara (TKP). Namun, karena kondisi lokasi yang banyak orang, mereka mengurungkan niatnya dan menunggu kondisi di TKP sepi,” tambah Wakapolres.

Kompol Eridal menuturkan, para tersangka baru beraksi pada Senin malam (5/12) sekira pukul 01. 30 Wib. Setelah mobil tersebut telah berhasil dicuri namun ternyata koban bersama istrinya terbangun dan langsung mengejar pelaku. “ Karena istri korban mencoba menghalangi mobil, para pelaku langsung menabraknya,” jelas Eridal menirukan keterangan pelaku dihadapan penyidik.

Diungkapkannya, sebelum pelaku berhasil ditangkapsempat terjadi kejar-kejaran antara pelaku dengan anggota Polres Limapuluh Kota, hingga akhirnya pelaku berhasil ditangkap di jalur Sumbar-Riau.“Pelaku berhasil kita tangkap setelah dihadang dengan mobil patroli di jalan raya Sumbar-Riau,” sebut Kompol Eridal.

Pemilik mobil, Nanta (29)saat diwawancarai KORAN PADANG, mengaku istrinya yang menjadi korban yang ditabrak pelaku yang sedang hamiul saat ini kesehatannya sudah mulai membaik. “Saya sudah periksakan kesehetan istri saya ke dokter, Alhamdulilah, kesehatannya yang sedang hamil 8 bulan, tidak ada gangguan apa-apa. Kecuali, dia hanya menderita luka lecet akibat terseret mobil,” ujar Nanta.

Sementara, Pemimpin Redaksi SKM Buser, Elvin Caeni, ketika dihubungi KORAN PADANG untuk konfirmasi melalui telepon genggamnyatidak menampik salah satu pelaku bernama M. Yunus adalah wartawannya.

“Benar, M. Yunus adalah wartawan saya. Tapi, sejak dua tahun lalu, dia tidak aktif lagi sebagai wartawan SKM Buser,” ujar Elvin Caeni.

Namun, pengakuan Elvin Caeni sangat berbeda dengan Surat Tugas yang dikeluarkannya untuk tersangka M. Yunus. Di dalam Surat Tugas yang diterbitkan Elvin Caeni selaku Pemimpin Redaksi SKM Buser, masa berlaku Surat Tugas yang diberikan kepada M. Yunus sebagai wartawan SKM Buser berlaku sampai 1 November 2016. (dst)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY