Sumbar Kirim Rendang untuk Aceh

0
179
Pencarian korban gempa Aceh beberapa waktu lalu.BBC

PADANG, KP – Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) segara mengirimkan bantuan berupa relawan maupun logistik untuk membantu korban gempa di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh. Musibah gempa melanda Kabupaten Pidie Jaya terjadi, Rabu (7/12) subuh sekitar pukul 05.03 WIB.

“Kita akan membantu saudara kita yang menjadi korban pasca gempa yang melanda Aceh tersebut. Pemprov Sumbar sudah mempersiapkan semuanya, dan akan meluncurkan mobil kesana yang berisi bantuan dari Baznas, masyarakat dan SKPD. Untuk logistik akan kita kirim rendang,” kata Gubernur Sumatra Barat, Irwan Prayitno, usai membuka kegiatan sosialisasi layanan unggulan samsat, di kantor Samsat Padang, Kamis (8/12).

Menurut Gubernur, alasan memilih rendang, karena ketahanan rendang lebih lama dan tidak cepat basi dibandingkan yang lain.

Lanjutnya, Selain logistik berupa rendang, tim yang akan terjun kesana ada dari relawan dan BPBD Provinsi Sumbar yang akan membawa obat-obatan. “BPBD Sumbar akan pimpin tim menuju Aceh untuk menyalurkan bantuan tersebut,” katanya.

Terkait, adanya warga Sumatra Barat yang dikabarkan ikut menjadi korban gempa, Gubernur menyebutkan belum mendapatkan informasi. “Kita akan cari tahu segera dengan berkoordinasi dengan instansi terkait, apa ada warga Sumbar ikut jadi korban gempa Aceh,” tuturnya.

Sementara, Kepala Badan Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Sumbar melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Povinsi Sumbar, Pagar Negara menyebutkan, BPBD telah berkoordinasi dengan seluruh SKPD Provinsi Sumbar untuk mengalang dana kemanusian untuk Aceh.

“Hari ini (kemarin-red) kita rapatkan dengan beberapa SKPD terkiat, apa bantuan yang akan diberikan untuk korban gempa Aceh, yakni berupa personil atau dana,” ulasnya.

BPBD Sumbar telah mendapatkan konfirmasi dari Dinas Sosial bahwa, Baznas akan ikut membantu. Sehingga, BPBD masih menunggu konfirmasi dari pihak lainnya, karena setelah Jumat (hari ini-red) akan dilakukan pemberangkatan.

Sedangkan, kata Pagar, adanya informasi warga Sumbar turut jadi korban gempa, ia menjelaskan masih menunggu informasi dari Aceh. “Kita masih mengumpulkan informasi terkait hal tersebut,” ujarnya.

Sekaitan dengan pengiriman rendang, Pagar menjelaskan, dari rapat bersama SKPD adanya kesepakatan menyumbang 1 kilogram rendang yang akan langsung dikumpulkan SKPD terkait.

“Kita akan invetarisir semua bantuan dan akan dilakuan pengiriman oleh tim, dan akan kita kirim secepatnya,” tutur Pagar.

Tambahnya, untuk bantuan Aceh, RSUP M. Djamil Padang sudah terlebih dahulu menurunkan tim medis ke kebupaten Pidie Jaya untuk memberikan pertolongan medis kepada korban gempa Aceh.

Jumlah Korban Tewas Menjadi 102 Orang

Sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, jumlah korban tewas setelah gempa yang terjadi di Kabupaten Pidie Jaya bertambah menjadi 102 orang, dan lebih dari 700 orang luka berat dan ringan.

BNPB mengatakan korban tewas itu tersebar di tiga kabupaten yaitu Pidie Jaya, Pidie dan Bireun. Getaran gempa juga merusak ratusan bangunan ruko dan rumah, sehingga menyebabkan 3.276 orang mengungsi.

Juru bicara BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, prioritas utama adalah penyelamatan korban. “Penanganan darurat ini fokus pencarian penyelamatan korban, penanganan program, pemenuhuan kebutuhan dasar bagi para pengungsi dan pemulihan dan segera sarana dan prasarana vital lainnya,” kata Sutopo dalam keterangan pers Kamis siang.

Upaya evakuasi masih terus dilakukan untuk mencari korban yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

BNPB juga menyebutkan, bantuan telah didistribusikan ke wilayah yang terdampak gempa, antara lain alat berat untuk kebutuhan evakuasi, makanan dan obat-obatan.

Masa tanggap darurat akan diberlakukan di tiga kabupaten yaitu Pidie Jaya, Pidie dan Bireun selama 14 hari sampai dengan 20 Desember.

Ratusan petugas gabungan dari TNI, Polisi dan Basarnas terus melakukan upaya pencarian korban.

Sebagian Warga Pengungsi Gempa Derita ISPA

Sebagian warga yang tinggal di lokasi pengungsian gempa bumi di Pidie Jaya, Aceh, mulai terserang  Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dan gatal-gatal.

Sebagaimana yang terlihat di posko kesehatan titik pengungsian di Dayah Kleng, Meureudu Pidie Jaya, Kamis (8/12), banyak pengungsi yang berobat ke posko kesehatan tersebut karena dua keluhan penyakit, yaitu ISPA dan gatal-gatal.

Ini diungkapkan oleh Azhari, tim medis dari Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh yang membuka posko kesehatan di titik pengungsian Dayah Kleng. Banyak pengungsi yang datang ke posko kesehatan mengeluh, batuk-batuk, demam, gatal-gatal dan juga hipertensi.

“Untuk usia anak-anak, banyak yang mengalami batuk-batuk dan demam. Sedangkan untuk orang tua atau lanjut usia lebih banyak mengeluh hipertensi serta keluhan gatal-gatal juga mulai dirasakan oleh pengungsi,” ujar Azhari.

Banyaknya keluhan hipertensi pada pengungsi usia tua karena kondisi atau cuaca yang tidak sesuai. Selain itu juga disebabkan oleh trauma gempa.

Sementara itu, seorang pengungsi setempat, Hanafiah mengeluhkan tidak adanya selimut tebal sehingga suhu dingin pada malam hari membuat warga yang tinggal di pengungsian merasa tidak nyaman.

“Cuacanya dingin sekali pada malam hari. Kasihan anak-anak karena tidurnya dalam kondisi seperti ini,” ujar Hanafiah sambil menunjukkan ke arah parkir kendaraan sebagai lokasi istirahat mengungsi.

Sementara itu, terakit masalah bantuan medis untuk korban gempa Pidie Jaya, TNI AL memberikan bantuan medis dengan mengirimkan sebanyak 107 tenaga medis dari marinir mulai perawat, dokter umum hingga dokter spesialis.

Untuk tim medis, posko kesehatan teretak di halaman Kantor Bupati Pidie Jaya. Tim kesehatan dari AL bergabung dengan tim kesehatan dari Kostrad. (bob/bbc/rol)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY