13 Kilogram Ganja Aceh Disita, Tiga Tersangka Berhasil Diringkus

0
185
Kapolresta Padang, Kombes Pol Chairul Aziz (tengah) didampingi Kapolsek Koto Tangah Kompol Jon Hendri (kiri) dan Kasat Narkoba (kanan) memberikan keterangan kepada awak media, Senin (12/12) di Mapolresta sembari memperlihatkan barang bukti dan para tersangka. IRWANDA SAPUTRA
PADANG, KP – Berkat kerjasama Polri dan TNI, narkoba jenis ganja sebanyak 13 Kilogram asal Aceh yang masuk ke Kota Padang berhasil diamankan. Dari pengungkapan peredaran barang haram tersebut, tiga tersangka berhasil diringkus.

Pengungkapan peredaran ganja 13 Kilogram itu berawal, dari informasi penyelidikan anggota intel Korem 032/Wirabraja bahwasannya akan ada peredaran narkoba yang masuk ke Kota Padang melalui jalur darat.

Selanjutnya, dengan berkoordinasi bersama jajaran Polsek Koto Tangah, tim gabungan melakukan pengintaian di kawasan Bypass KM 16, Kelurahan Koto Panjang, Kecamatan Koto Tangah, Minggu (11/12) sekitar pukul 15.00 WIB.

Petugas yang telah mengetahui bus Kurnia dengan nomor polisi BL 7318 BB berangkat dari Kota Medan dicurigai membawa ganja tersebut akan melintasi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan langsung diberhentikan oleh tim gabungan. Kemudian, petugas langsung melakukan penggeledah di seluruh penumpang serta barang bawaan.

Alhasil, dari penggeledahan itu petugas menemukan satu ransel loreng yang berisikan lima kilogram ganja. Tidak hanya itu, di dalam bagasi bus petugas kembali menemukan satu koper yang juga berisikan ganja sebanyak delapan kilogram.

Disinialir, ternyata tas dan koper tersebut merupakan milik dua penumpang bernama Darul Fuadi (26) dan Syaiful Bahri (23) warga Kabupaten Biren, Provinsi Aceh. Kedua tersangka kini telah ditetapkan menjadi tersangka dalam pengungkapkan kasus tersebut.

Kapolresta Padang, Kombes Pol Chairul Aziz menjelaskan, dari hasil pengembangan kembali tim gabungan mendapatkan satu identitas tersangka lain yang merupakan warga Kota Padang. Tersangka berinisial M alias gaek (59) ditangkap dihari yang sama di kawasan Andalas, Kecamatan Padang Timur.

“Rencananya, ganja 13 Kilogram inilah yang akan diterima M dari kedua tersangka dari Aceh yang berhasil kita gagalkan. Selanjutnya M yang akan mengedarkan ganja tersebut di Kota Padang,” terang Kapolresta dalam jumpa pers kemarin.

Ditambahkannya, selain ganja petugas juga mengamankan uang berjumlah Rp3 juta berikut satu kunci sepeda motor. “Dari pengakuan dua tersangka asal Aceh mereka merupakan kurir. Saat ini kita masih melakukan penyelidikan dan akan terus melakukan pengembangan terkait jaringan para tersangka,” ungkap Chairul Aziz.

Berkenalan di LP

Lebihlanjut Chairul Aziz menjelaskan, tersangka ternyata merupakan resedivis dengan kasus yang sama. Sebelumnya, para tersangka juga pernah terlibat peredaran ganja dengan total barang bukti 14 Kilogram.

“Tersangka asal Aceh dan M ini beberapa tahun lalu juga telah menekam di Lembaga Permasyarakatan (LP) Muaro Padang. Di sanalah mereka saling kenal dan berlanjut hingga sekarang hingga melakukan transaksi,” tuturnya.

Chairul Aziz menuturkan, ganja milik tersangka asal Aceh yang berhasil diamankan diduga lebih dari total 13 Kilogram. Hal tersebut berkemungkinan, beberapa barang bukti telah diturunkan tersangka di Kabupaten dan Kota di Sumbar yang menjadi perlintasan jalur darat tersangka.

“Kemungkinan barang bukti tersangka ini banyak dan telah diterima oleh pengedar lain di Pasaman dan Bukittinggi,” ucapnya.

Modus Baru

Terkait dengan tangkapan dua tersangka peredaran ganja 13 Kilogram tersebut, tersangka asal Aceh diamankan tim gabungan pada saat itu memakai baju kaos TNI dan mengunakan satu ransel loreng yang merupakan salahsatu alat tempat tersangka menyimpan barang bukti. Ternyata, pemakaian atribut TNI tersebut merupakan modus para tersangka.

“Memakai baju kaos TNI ini modus tersangka, namun tersangka bukanlah seorang oknum TNI. Maka dari itu kita (Polri) bersama anggota Intel Korem 032/Wirabraja berkoordinasi dalam penangkapan itu,” Kata Kapolresta Padang.

Diungkapkannya, setelah diketahui tersangka bukan oknum TNI, maka itu kasus tersebut ditanggani oleh jajaran Polri untuk penindak lanjutan selanjutnya. “Untuk para tersangka akan dikenakan undang-undang narkotika nomor 35 tahun 2009 dengan pasal 111, 112 dan 114 ancaman hukuman seumur hidup atau bahkan bisa hukuman mati,” tegas Chairul Aziz. (Irwanda)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY