259 Orang Pemuda Ikuti Pembentukan Kader Bela Negara

0
202
Peserta Kader Bela Negara saat melaksanaan latihan baris-berbaris dalam mengikuti Kegiatan Bela Negara yang dilaksanakan di Asrama Haji Tabing, Padang, Rabu (14/12). Murdiansyah Eko Putra

PADANG,KP – Sebanyak 259 orang pemuda-pemudi Sumbar dari berbagai perguruan tinggi dan organisasi masyarakat (ormas), instansi pemerintahan mengikuti kegiatan Pembentukan Kader Bela Negara.

Sementara Pengadilan Tinggi Padang mengutus sebanyak 5 orang kader dalam kegiatan yang digelar 14 sampai 19 Desember 2016 itu.

Gubenur Sumatra Barat diwakili Asisten III, Nasir Ahmad saat membuka kegiatan itu di Aula Asrama Haji Tabing Padang, Rabu (14/12) mengatakan, dalam mencermati dinamika perkembangan global yang saat ini sangat dinamis.

“Ke depan kita harus lebih bersikap kritis dan antisipatif, agar perkembangan yang bersifat ancaman tidak teraktualisasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta aktualisasi nilai-nilai bela negara dalam mewujudkan ketahanan nasional,” jelasnya.

Sementara, Kepala Sub Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI, Kolonel Arh Eddy Endrayana menyampaikan, pentingnya pembentukan kesadaran bela negara, khususnya para pemuda Indonesia, karena perkembangan global yang dinamis menjadi peluang dan tantangan bagi pembangunan bangsa dan negara

Lalu, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumbar, Zul Aliman menyebutkan, kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan perilaku cinta tanah air bagi setiap warga negara Indonesia (WNI), serta rela berkorban bagi bangsa dan negara sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Di tempat yang sama, Sekretaris Pengadian Tinggi Padang yang sebagai  inisiator pelaksanaan kegiatan kader bela negara khususnya dari peradilan umum wilayah Sumatrera Barat menyatakan, gerakan membela negara tidak hanya dilakukan oleh militer, tetapi bisa oleh masyarakat bukan militer, terutama dalam menghadapi ancaman non militer, yakni ancaman tanpa senjata yang juga dapat mengancam kedaulatan negara, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (eko)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY