Jadi Momen Bersejarah, Sumbar Peringati Lima Hari Besar Sekaligus

0
162
Gubernur Sumatra Barat, Irwan Prayitno didampingi, Wakil Gubernur Nasrul Abit menyerahkan mobil perlindungan (molin) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI kepada Walikota Padang, H. Mahyeldi usai peringatan hari besar bersejarah gabungan tersebut, Kamis (15/12) di Halaman Kantor Gubernur Sumbar. Foto Bobby Febrianda

PADANG, KP – Gubernur Sumatra Barat, Irwan Prayitno mengatakan, Desember 2016 adalah momen bersejarah khususnya bagi Sumatra Barat, sebab ada lima hari besar yang diperingati sekaligus dalam waktu bersamaan.

“Ini merupakan momentum bersejarah bagi kita karena pada bulan Desember kita memperingati lima hari besar bersejarah di waktu bersamaan,” ujarnya usai peringatan hari besar bersejarah gabungan tersebut, Kamis (15/12) di Halaman Kantor Gubernur Sumbar.

Ia memamparkan, terkait dengan hari ibu, hari ini lahir dari pergerakan bangsa Indonesia, karena pergerakan kebangsaan kemerdekaan peran perempuan di Indonesia sungguh mengesankan.

Buktinya, terlihat dalam kongres perempuan pertama di Yogyakarta pada 22 Desember 1928 untuk mendorong kemerdekaan Indonesia.

“Jadi, hari ibu dapat menjadi pengingat bagi rakyat Indonesia terutama generasi muda akan arti dan makna hari Ibu saebagai sebuah momentum kebangkitan bangsa, serta pengalangan rasa persatuan dan kesatuan sebagai pengerak perjuangan kaum perempuan yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah bangsa,” katanya.

Selain itu, peringatan hari kesetiakawanan harus dimaknai dengan aksi nyata tentang kebersamaan dalam kepedulian untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.
“Jadi ini jangan hanya dijadikan sebagai sebuah kegiatan yang seremonial semata, namun mesti berempati terhadap kesulitan orang lain secara bersama-sama secara sukarela yang dapat mendayagunakan nilai-nilai kesetiakawanan tersebut,” ulasnya.

Tambah Irwan, tantangan dan permasalahan yang dihadapi saat ini sungguh berat, diantara permasalahan kemiskinan, keterlantaran, disabilitas, bencana alam, sosial, narkoba dan masalah sosial lainnya.

Ia melanjutkan, peringatan hari Hak Asasi Manusia (HAM) jadikan sebuah upaya untuk keseriusan dalam upaya untuk perlindungan dan penegakan HAM di Indonesia, karena pengaturan tentang HAM di Indonesia telah diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan

Disamping itu, hari nusantara telah ditetapkan berdasarkan deklarasi Djoeanda 13 Desember 1957 yang merupakan tonggak bagi penyatuan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Jadi peringatan hari nusantara untuk mengingatkan tentang jati diri bangsa Indonesia sebagai negara bahari yang hidup di negara kepulauan bercirikan nusantara,” tambahnya.

Terakhir, kata Irwan peringatan hari Aids Se-Dunia, perlunya dukungan pemerintah bersama masyarakat untuk mengutamakan upaya promotif dan preventif dalam pembanguna kesehatan, termasuk dalam pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS. Karena pengendalian
penyait menular maupun tidak menular merupakan program prioritas dalam pembangunan kesehatan.

“Semoga seluruh rangkaian peringatan bersejarah ini menjadi upaya kita untuk membangkitkan semangat kebersamaan dan saling melindungi antar sesama,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan mobil perlindungan (molin) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI untuk Provinsi Sumatra Barat, Kabupaten Padangpariaman, Tanahdatar, Pesisir Selatan, Bukittinggi dan Padang. (bob)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY