AQUA Grup dan Water.org Jalin Kerjasama Air Bersih

0
204
VP General Secretary AQUA Grup, Leila Djafaar (kanan) dan Director of International Program Water.org, Rich Thorsten usai menandangani MoU tentang penyediaan air bersih di Jakarta, kemarin.

SOLOK, KP – AQUA Grup yang tergabung dalam Danone Aqua berkolaborasi dengan Water.org, guna dan mengembangkan akses air bersih di wilayah pedesaan di Indonesia, melalui pembiayaan kredit mikro oleh lembaga keuangan.

Kolaborasi tersebut dituangkan dalam penandatanganan MoU. Perjanjian kerjasama ini diharapkan dapat berkontribusi pada tercapainya target 100 persen Universal Access pada 2019, dan Sustainable Development Goals (SDGs) untuk tersedianya akses air bersih bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Corporate Communication Manager Danone Aqua, Michael Liemena melalui siaran persnya yang diterima redaksi KORAN PADANG, Jumat sore (16/12) menyebutkan, kerjasama ditandatangani VP General Secretary AQUA Grup, Leila Djafaar dengan Director of International Program Water.org, Rich Thorsten, di Jakarta.

Kerjasama antara AQUA Grup dan Water.org ini menargetkan, penguatan 150 Badan Pengelola Sarana Pengelola Air Minum (BPSPAM) di wilayah pedesaan, untuk dapat mengsakses fasilitas kredit di Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dalam memenuhi kebutuhan air minum dan sanitasi, serta mendorong pembiayaan bagi 50 BPSPAM.

“Melalui kolaborasi ini diharapkan sebanyak 39.000 jiwa di 5 kabupaten di Indonesia mendapatkan peningkatan akses air bersih,” jelas Michael Liemena, didampingi Koordinator CSR Tirta Investama pabrik Aqua Solok Jon Betrit dan Abdul Sam.

Sementara VP General Secretary AQUA Grup, Leila Djafaar menyebutkan, sebagai Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan di Indonesia, AQUA Grup sejak 2007 telah mengembangkan program Water Access Sanitation and Hygiene (WASH) untuk berkontribusi pada peningkatan akses air di Indonesia.

“Seiring dengan misi kami yaitu menyediakan kesehatan bagi sebanyak mungkin orang melalui berbagai program, maka program WASH ini kami kembangkan baik dilokasi sekitar kami beroperasi maupun di daerah-daerah yang membutuhkan sesuai dengan rekomendasi Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (Pokja AMPL) Nasional,“ jelas Leila Djafaar.

Dijelaskan Leila, kerjasama yang akan dilakukan bersama Water.org mulai dari pemetaan BPSPAM, penguatan kapasitas serta pembiayaan juga akan berkoordinasi aktif dengan pemerintah untuk target dan sasaran wilayah program, terutama di wilayah pedesaan.

“Untuk mencapai tujuan peningkatan akses air bersih ini sangat membutuhkan sinergi dan kontribusi dari berbagai pihak. Semoga dengan kolaborasi ini dapat mempercepat tercapainya tujuan baik ini,” jelas Leila.

Disamping itu, melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, pemerintah juga mengamanatkan tersedianya akses air minum dan sanitasi yang layak bagi seluruh lapisan masyarakat.

Tak hanya itu, pemerintah juga menargetkan pada 2019, 100% masyarakat Indonesia bisa memperoleh akses pelayanan air minum, 0% kawasan pemukiman kumuh dan 100% masyarakat memperoleh akses sanitasi.

Ia menambahkan, pembiayaan kredit mikro untuk penyediaan akses air minum merupakan konsep yang relatif baru, tetapi memiliki potensi untuk membantu mengatasi keterbatasan dengan memungkinkan masyarakat untuk mendepresiasi biaya investasi awal dalam jangka waktu yang lebih panjang. (wan)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY