Kembangkan Potensi Museum Daerah, UPTD Museum Adityawarman Gelar Diskusi

0
130
Ketua Asita Sumbar, Ian Hanafiah, Kepala UPTD Museum Adityawarman Noviyanti dan Kepala BKKP Nagari Adat Alam Minangkabau, Yulfian Azrial (kanan) memberikan pemahaman kepada peserta diskusi di ruang auditorium Jl. Diponegoro, Belakang Tangsi, Padang Barat, Kamis (15/12). SEPTIADI NEFRI

PADANG, KP – Guna meningkatkan serta mengembangkan potensi dan koleksi museum-museum yang ada di Sumatra Barat (Sumbar), baik di kota maupun kabupaten, Museum Adityawarman mengadakan diskusi tentang peran dalam mengembangkan museum daerah dengan tema “Menatap masa depan melalui peradaban masa silam”.

Diskusi tersebut dihadiri pengelola museum se-Sumbar, organisasi masyarakat, guru sejarah dan mahasiswa prodi sejarah dari berbagai perguruan tinggi di Sumbar.

“Kegiatan ini sebagai wadah untuk bertukar pikiran tentang bagaimana pengembangan museum ke depannya.Lalu, memberikan pemahaman kepada masyarakat, agar dapat mempelajari kembali nilai-nilai budaya yang saat ini sudah mulai terkikis oleh arus globalisasi,” kata Kepala UPTD Museum Adityawarman, Noviyanti kepada wartawan disela-sela kegiatan tersebut di auditorium museum itu, Kamis (15/12).

Noviyanti menjelaskan, fungsi dari museum adalah untuk melestarikan sejarah dan budaya peradaban masa lalu umat manusia. “Jadi dengan tema ‘menatap masa depan melalui peradaban masa lalu’ ini merupakan gambaran peristiwa yang bisa dijadikan referensi dalam kehidupan yang akan datang,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihak museum ingin menginformasikan kepada masyarakat melalui beberapa narasumber baik dari pusat maupun lokal, guna memberikan pengetahuan kepada peserta diskusi tentang peran museum dalam pengembangan sejarah.

Sementara, Ketua Asita Sumbar, Ian Hanafiah menjelaskan, peninggalan sejarah, tempat wisata dan cagar budaya di daerah ini, seharusnya juga didukung masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi bersejarah yang tersebar di seluruh Sumbar.

“Apabila ini didukung, maka kita bisa menghidupkan kebudayaan itu kembali, serta meningkatkan kunjungan wisata, yang nantinya berdampak pada meningkatnya taraf hidup masyarakat,” katanya.

Disuatu sisi, kata Ian, semua museum memiliki peran yang strategis untuk melestarikan, sekaligus mengembangkan kebudayaan bangsa, dalam arti luas sebagai menyampaikan rekaman proses penyatuan berbagai suku bangsa dan kelompok sosial.

“Melalui peradaban masa lalu kita bisa menjadikan itu sebagai acuan untuk menatap masa yang akan datang. Sebab, apabila masyarakat menoleh kebelakang, maka ke depannya akan menjadi lebih baik lagi,” tambahnya. (ted)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY