BNN Kota Payakumbuh Ungkap 10 Kasus Narkoba

0
623
Logo BNN

PAYAKUMBUH, KP – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Payakumbuh, AKBP Firdaus ZN, S.Pd, M.Si, mengungkapkan selama tahun 2016 pihaknya sudah berhasil memberantas 10 kasus dengan jumlah tersangka 19 orang.

“Dari 19 orang tersangka yang tersandung kasus narkoba tersebut, 3 orang di antaranya adalah oknum pelajar dan 2 orang oknum TNI, serta 1 orang petugas Lapas,” ungkap AKBP Firdaus ZN, kepada KORAN PADANG, di Kantor BNN Payakumbuh, Senin (19/12).

Menurut perwira tinggi putra Koto Marapak, Kabupaten Agam itu, dari 19 orang tersangka yang berhasil dibekuk, BNN Payakumbuh bekerjasama dengan Polres Payakumbuh, Polres Limapuluh Kota dan Polres Bukittinggi, berhasil menyita barang bukti (BB) sabu sebanyak 15 gram dan ganja sebanyak 5.250 gram.

“Terhadap 3 orang pelajar yang ditangkap, ketiganya tidak ditahan. Mereka diperbolehkan melanjutkan pendidikannya di sekolah masing-masing karena keterlibatannya baru pada tahap coba-coba. Namun, demikian, ketiga pelajar tersebut harus menjalani program rehabilitasi agar kondisi mental dan kesehatannya benar-benar pulih dan tidak lagi terjerumus kepada ancaman bahaya narkoba,” ujar perwira yang akrab dengan wartawan itu.

Lebih lanjut dibeberkannya, sebagai upaya pencegahan terhadap ancaman bahaya narkoba yang semakin mengkhawatirkan itu, BNN Payakumbuh telah melakukan tes urine kepada lembaga atau instansi pemerintah, baik Kodim 0306/50 Kota, Kodim 0304/Agam, Batalyon 131 Brajasakti, Denzipur Padang Mengatas, Polres Payakumbuh, Polres Limapuluh Kota, Polres Bukittinggi, DPRD Payakumbuh, DPRD Limapuluh Kota, DPRD Bukitinggi, institusi pendidikan tingkat SLTP dan SMA serta sekolah kejuruan, organisasi kepemudaan dan ormas dibawah lingkungan BNN Payakumbuh.

“Dari pelaksanaan tes urine terhadap 5,684 orang, hasilnya diketahui 3 orang pelajar dan 2 orang oknum TNI positif narkoba,” ungkapnya.

Menurutnya, 2 oknum TNI yang positif terlibat narkoba saat ini sedang menjalani proses hukum di kesatuan masing-masing.

Di penghujung wawancara, AKBP Firdaus ZN mengakui bahwa kendala yang dihadapi lembaga yang dipimpinnya belum memiliki penyidik.

“Khusus terhadap tenaga penyidik ini, kita sudah meminta menyampaikannya kepada BNNP Sumbar. Namun, sampai saat ini belum mendapat jawaban soal itu,” pungkas AKBP Firdaus ZN. (dst)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY