Jelang Akhir Tahun, Penjualan Tiket Pesawat Meningkat

0
127
Ilustrasi

PADANG, KP – Jelang datangnya musim libur tahun baru 2017, penjualan tiket pesawat di biro travel dan perjalanan mulai mengalami peningkatan. Jika biasanya dalam sehari terjual 100 tiket maka sekarang terjual 130 lembar tiket. Hal itu diungkapkan Ketua Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies (ASITA) Sumbar, Ian Hanafiah, Senin (19/12).

“Peningkatan penjualan tiket pesawat pada libur akhir tahun memang tidak seperti pada hari lebaran Idul Fitri. Namun, peningkatan pemesanan tiket sudah mulai terasa sejak sebulan atau dua bulan lalu karena pemesan ingin mendapatkan tiket murah ketimbang memesan tiket ketika mendekati libur akhir tahun dan perayaan tahun baru yang harganya lebih mahal,” bebernya, kemarin.

Menurutnya, tiket yang banyak dipesan masyarakat Sumbar pada umumnya untuk penerbangan ke Jakarta, Bandung, dan Bali sebagai destinasi wisata utama di Indonesia. Sedangkan kunjungan luar negeri yakni ke Kuala Lumpur, Singapura via Batam, dan Thailand.

“Sekarang ada trend bepergian ke Singapura melalui Batam dilakukan one day trip atau perjalanan sehari oleh masyarakat. Sebab, jika menginap di hotel Singapura mahal,” ulasnya seraya menambahkan perjalanan itu biasanya menginap dulu di Batam kemudian wisatawan pergi pada pagi hari dengan kapal Feri pertama ke Singapura dan pulang dengan kapal terakhir.

Dijelaskannya, strategi itu dilakukan untuk menyiasati biaya karena menginap di hotel Batam ada yang harganya hanya sekitar Rp300 ribu. Sedangkan di Singapura mencapai Rp1,5 hingga Rp2 juta per malam.

“Khusus destinasi wisata favorit di Sumbar untuk perayaan tahun baru biasanya di Kota Bukittinggi. Namun harga sewa kamar hotel akan naik dua kali lipat dari harga normal. Jika biasanya hanya Rp500 ribu, untuk libur akhir tahun bisa mencapai Rp1 juta,” paparnya.

Selain itu, destinasi lain yang banyak dikunjungi yaitu pulau di Kabupaten Pesisir Selatan. Kebanyakan yang datang merupakan wisatawan lokal dari daerah Jambi dan Pekanbaru karena provinsi tetangga itu tidak memiliki pulau.

Sedangkan wisatawan dari luar negeri biasanya ingin ke pulau yang hanya memiliki resort atau hotel yang bagus. Sedangkan pulau-pulau di Sumbar belum memiliki hotel atau resor yang memadai.

“Seperti di Pesisir Selatan, meskipun pulaunya terkenal namun masih sedikit hotelnya. Sehingga, para wisatawan memilih menginap di Padang terlebih dahulu. Untuk itu, kami harapkan Pemprov Sumbar terus berupaya membenahi destinasi wisata, terutama menyediakan hotel dan resor yang memadai agar menjadi daya tarik bagi wisatawan asing,” tukasnya. (mon)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY