Terduga Teroris di Tangkap di Payakumbuh

0
338
Sejumlah petugas kepolisian menggeledah bengkel Virgo, Jalan Sukarno Hatta, Koto Nan Ampek, Payakumbuh, tempat terduga teroris Hamzah alias Jhon Tanamal bekerja, Rabu (21/12). DODDY

PAYAKUMBUH, KP – Serangkaian aksi penangkapan terhadap terduga teroris dilakukan Densus 88 Mabes Polri sepanjang Rabu (21/12) di empat lokasi terpisah, yakni Serpong Tangerang Selatan, Payakumbuh, Deli Serdang, dan Batam. Di Sumatra Barat, seorang pria bernama Hamzah alias Jhon Tanamal, putra asli Kota Bukitinggi yang merantau ke Payakumbuh ditangkap karena diduga terlibat jaringan teroris bom Solo.

Puluhan anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 bersenjata lengkap dibantu Tim Gegana dan Brimob Polda Sumbar serta Polres Payakumbuh, Rabu pagi ( 21/12), sekitar pukul 10.00 WIB, menggeledah bengkel ‘Virgo’ di Jalan Sukarno Hatta, Koto Nan Ampek, dan sebuah rumah kontrakan milik Sariani, di belakang Madrasah Tsanawiyah di Kelurahan Sungai Pinago, Tanjuang Gadang, Koto Nan Ampek, Kota Payakumbuh.

Dalam pengeledahan yang dipimpin langsung Disreskrimum Polda Sumbar, AK BP Erdi Adrimurlan Chaniago, dan Kapolres Payakumbuh AKBP Kuswoto itu, tim Densus 88 berhasil menangkap seorang laki-laki bernama Hamzah alias Jhon Tanamal (39). Dia diuga terkait jaringan kasus bom Solo tahun 2015 lalu.

Menurut Kapolres Payakumbuh, AKBP Kuswoto, selain menangkap Hamzah alias Jhon Tanamal, petugas juga menyita barang bukti sebuah GPS, tas ransel, handphone, dan buku-buku yang diduga erat kaitannya dengan aksi teror bom.

Informasi yang berhasil dikumpulkan KORAN PADANG di Tempat kejadian Perkara (TKP), sebelum tersangka Hamzah alias Jhon Tanamal ditangkap, tim Densus 88 sudah melakukan pengintaian sejak pukul 07.00 WIB di sekitar rumah kontrakan dan bengkel las ketok merek Virgo tempat tersangka bekerja.

Sejurus kemudian, tersangka Hamzah alias Jhon Tanamal keluar rumah kontrakan dan minum pagi di sebuah warung kopi di kawasan Sungai Pinago, Tanjuang Gadang. Namun, belum sempat dia meminum kopi yang dipesannya, tim Densus 88 langsung melakukan penangkapan tanpa perlawa- nan. Hamzah alias Jhon Tanamal kemudian dibawa ke Markas Brimob di Padangpanjang untuk menjalani pemeriksaan.

Sementara, di lokasi tempat penangkapan dan penggerebekan, tim Densus 88 bersama anggota Gegana Polda Sumbar me- lakukan pengeledahan dan mengamankan sejumlah barang bukti serta memasang garis polisi di kedua lokasi.

Terduga teroris, Hamzah, disebut ber- peran membeli bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat bahan peledak. Dia diduga terkait dengan jaringan Solo.
“Peran yang bersangkutan, membeli bahan yang diperlukan Abi Zaid dalam rangka membuat bahan peledak dan bom,” ujar Kepala Kepolisian Daerah Kepolisian Sumatra Barat, Brigjen Basarudin, kemarin.

Hamzah juga diduga menjadi salah satu sumber pendanaan dalam pembuatan bahan peledak dan bom kelompok Abi Zaid. Mereka bersama-sama melakukan percobaan pembuataan bahan peledak dan bom.

Abi Zaid alias Ruswandi adalah terduga teroris yang ditangkap di Cilacap, Jawa Tengah pada tahun Desember 2015. Dia merupakan mantan jaringan Jamaah Islamiyah yang berkorelasi dengan ISIS.

Setelah penangkapan tersebut, polisi pernah melakukan operasi penggerebekan di rumah Abi Zaid yang terletak Jorong Tapian Diaro, Kabupaten Sijunjung, sesuai dengan yang tertera di KTP-nya. Namun, rumah tersebut dalam keadaan kosong. Sa- at itu, polisi hanya menemukan satu buah botol, pipa, dan serbuk berwarna putih yang diduga merupakan alat-alat untuk merakit bom.

Menarik Perhatian Masyarakat
Aksi pengerebekan dan penangkapan terhadap Hamzah alias Jhon Tanamal yang diduga terlibat jaringan teroris dan kasus bom Solo itu menarik perhatian masyarakat Kota Payakumbuh. Apalagi, kota kecil berpenduduk 130 jiwa yang berada di lintas Timur Sumbar Riau itu akan melaksanakan pesta demokrasi Pilkada pada 15 Februari 2017 mendatang.

Dalam keterangan persnya, Kapolres Payakumbuh, AKBP Kuswoto memastikan penangkapan terhadap Hamzah alias Jhon Tanamal murni kasus terorisme hasil peng- embangan kasus bom Solo yang terjadi ta- hun 2015 lalu.

Tiga Terduga Teroris Tewas

Dalam penggerebekan kemarin, total ada tujuh terduga teroris dibekuk dengan rincian tiga tewas ditembak dan empat lainnya masih hidup. Alasan Densus 88 me- nembak ketiga terduga teroris di Babakan, Setu Tangerang, karena mereka melawan dan membahayakan petugas.

Sementara empat terduga lainnya ditangkap hidup karena tidak melakukan perlawanan saat ditangkap.

Penangkapan pertama terjadi di Serpong atas nama Adam yang berhasil ditangkap dan diketahui sebagai pengemudi ojek online. Selanjutnya dilakukan penang- kapan di sebuah rumah kontrakan di Kampung Curug RT/RW 002/01, Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan‎ dimana tiga terduga teroris terpaksa ditembak.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Rikwanto, menceritakan proses penangkapan tiga terduga teroris tersebut, yakni Omen, Irwan, dan Helmi. Berdasarkan keterangan terduga Adam, Densus 88 bergerak ke kontrakan yang disewa tiga terduga teroris. Densus 88 bergerak menggunakan beberapa mobil dengan peralatan lengkap.

Selanjutnya, penggerebekan diawali dengan melakukan public addres dan mengingatkan tiga terduga teroris untuk menyerahkan diri. Polisi juga meminta warga sekitar menjauh dari lokasi.

Namun upaya itu tidak diindahkan oleh ketiganya, mereka malah menembak ke arah anggota Densus 88 bahkan mengancam akan melompar bom pipa buatan mereka yang berdaya ledak rendah. Sehingga, dilakukan tindakan represif yang mengakibatkan ketiga tersangka tewas di tempat.

“Upaya represif itu dilakukan karena perlawanan tiga terduga teroris bisa membahayakan anggota Densus 88 dan warga sekitar. Kami juga tidak ingin anggota kami jadi korban,” tegas Brigjen Rikwanto.

Alhasil, terjadilah baku tembak selama beberapa menit antara ketiga terduga teroris dari dalam rumah dengan pasukan Densus 88 yang sudah mengepung rumah kontrakan itu. Setelah dirasa aman dan tidak ada lagi tembakan serta perlawanan dari dalam, Densus 88 langsung masuk ke dalam rumah dan didapai ada tiga orang tergeletak. “Ditemukan ada tiga orang ter- geletak, setelah diperiksa mereka sudah meninggal dunia,” imbuhnya. (dst/*)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY