Dua Tahanan Lapas Payakumbuh Kabur

0
459
Kepala Pengamanan Lapas Payakumbuh, Armen Zein, melihat tembok pembatasan Lapas tempat kedua tahanan kabur. DODDY

PAYAKUMBUH, KP – Untuk keduanya kalinya sepanjang tahun 2016 ini, tahanan Lembaga Permasyarakatan (LP) Kelas II B Payakumbuh berhasil kabur. Kali ini, dua tahanan titipan Kejaksaan Negeri Payakumbuh, masing-masing bernama Agil Saputra (29) dan Andro
(30), kabur dari dalam LP.

Kedua tanahan itu kabur Jumat (23/12), sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, situasi tengah sepi karena suasana lapas yang dipimpin Kalapas Agus Prakoso itu tengah menunaikan ibadah Salat Jumat.

Diduga memanfaatkan situasi orang-orang sedang beribadah, kedua pria yang tersangdung tersandung kasus narkoba itu memanjat tiang di dalam ruangan lapas lalu memanjat tembok pembatas dan sampai di atap gedung utama.

Ketika kedua tahanan LP Payakumbuh itu berhasil melewati kawat berduri yang sudah lapuk dan putus, lalu keduanya berjalan ke atas atap gedung induk atau gedung utama Lapas. Setelah berada di atas atap gedung utama tersebut, keduanya melompat dari atas atap gedung lapas dengan ketinggian sekitar lima meter.

Setelah berhasil keluar dari dalam gedung Lapas, keduanya lalu melompati pagar pekarang- an Lapas yang berbatasan dengan trotoar di Jalan Jenderal Sudiman di pusat Kota Payakumbuh. Sejurus kemudian, kedua tanahan itu mela- rikan diri ke depan Plaza Ramayana.

Namun upaya mereka melarikan diri diketahui warga di depan Lapas dan petugas Lapas, sehingga mereka berhasil diamankan.

Kepala Pengamanan Lapas Payakumbuh, Armen Zein, ketika diwawancarai wartawan, kemarin, mengungkapkan kaburnya dua tahanan titipan Kejaksaan Negeri Payakumbuh itu karena memanfaatkan situasi orang-orang yang sedang beribadah. Dia membantah jika kaburnya kedua tahanan itu akibat kelalaian petugas.

“Saat ini kondisi Lapas Payakumbuh sudah kelebihan penghuni atau over kapasitas. Sementara pegawai atau petugas hanya tiga orang per shift yang berjaga,” ujarnya.

Diakuinya, Lapas itu berpenghuni 280 orang sedangkan kapasitasnya hanya 60 orang.
Sementara, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementrian Hukum dan Ham Provinsi Sumatra Barat, Ansarudin, mengatakan pihaknya akan kembali melakukan pemindahan napi dari setiap lapas yang sudah melebihi kapasitas, terutama di Lapas-lapas yang didominasi oleh tahanan yang tersandung kasus narkoba. (dst)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY