Pasca Penangkapan Terduga Teroris, Polres Payakumbuh Gelar Razia Cipta Kondisi 

0
311
Kasat Lantas Polresta Payakumbuh, IPTU Yudi Satria bersama Kapolsekta, Kompol Russirwan dan Kasatreskrim IPTU Wawan Dermawan saat memeriksa surat-surat kendaraan pada razia cipta kondisidi Jalan Sumbar-Riau, Ngalau Indah, Kota Payakumbuh, Kamis malam (22/12). Foto DODDY SASTRA

PAYAKUMBUH, KP – Puluhan personil Kepolisian Polres Payakumbuh dan Polsekta Payakumbuh, Kamis malam (22/12), sekitar pukul 20.00 WIB menggelar razia terhadap kendaraan roda empat dan dua, yang melintas di Jalan Sumbar-Riau, Ngalau Indah, Kota Payakumbuh.

Setiap kendaraan roda empat bermuatan diperiksa petugas, terutama bagasi tempat barang setiap kendaraan. Begitu juga, setiap barang bawaan penumpang pada angkutan umum. Tentu saja, pengguna jalan Sumbar-Riau dibuat kaget dengan adanya razia petugas Polisi dari Polres Payakumbuh.

Salah seorang pengguna jalan Sumbar-Riau, Edwar mengaku, kaget dengan razia yang dilakukan anggota Polres Payakumbuh. Namun begitu, Ia menyebut bahwa surat-surat kenderaannya lengkap. “Kaget juga, tapi semuanya lengkap,” sebutnya.

Kapolsekta Payakumbuh, Kompol Russirwan, Kasat Lantas, Iptu Yudi Satria, Kasat Reskrim, Iptu Wawan Darmawan tampak ikut melakukan pemeriksaan terhadap barang-barang bawaan setiap kenderaan pribadi dan box. Tidak terkecuali, kenderaan truk bermuatan barang.

“Ini tidak terkait dengan penangkapan terduga teroris kemarin, tetapi ini razia cipta kondisi. Tentu saja dengan adanya razia ini kita harapkan penjahat jalanan, atau orang-orang yang hendak berniat jahat bisa mengurungkan niatnya,” jelas Kasat Lantas Polres Payakumbuh Iptu Yudi Satria, disela-sela melakukan razia.

Setelah beberapa jam dilakukan razia, tidak ada hal-hal mencurigakan yang dapat mengganggu ketertiban umum. Namun, banyak pelanggaran dilakukan pengendara kendaraan roda dua dan empat terutama surat-surat kenderaan dan SIM.

“Terkait dengan hal-hal mencurigakan tidak kita termukan, tetapi pelanggaran surat-surat kenderaan sudah banyak kita amankan. Ada yang tidak pakai helm, SIM dan surat kenderaan lainnya,” jelas Kasat.

Kasat menyebut, mulai 24 Desember 2016 ini sampai 1 Januari 2017, operasi lilin 2016 digelar. Tetapi, lebih kepada kemanusiaan, dimana dalam perayaan natal dan tahun baru.
“Operasi lilin sifatnya kemanusiaan, jadi kita hanya melakukan penertiban dan mengamankan pengguna jalan raya,” sebutnya. (dst)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY