Selangkah Lagi Warga Galuguah Merdeka dari Kegelapan

0
147
Manager PLN Rayon Limapuluh Kota, Ardiman bersama tim survei PLN Sumbar melakukan survei listrik pedesaan di Nagari Galuguah Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota, Jumat (23/12). Foto DODDY SASTRA

LIMAPULUH KOTA, KP – Meski Indonesia sudah merdeka sejak 71 tahun lalu, namun sekitar 2.100 warga Nagari Galuguah, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota, hingga saat ini belum merdeka dari kegelapan dan jaringan handphone, karena tidak ada listrik.

Namun, akhir tahun 2016 ini ada secercah harapan sekaligus kabar gembira bagi masyarakat Nagari Galuguah. Pasalnya, selangkah lagi, Nagari Galuguah akan menyala dan terang benderang.

Harapan itu ada setelah Manager PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Limapuluh Kota, Ardiman, bersama Camat Kapur IX Andri Yasmen, dan Muspika Kecamatan Kapur IX, melakukan survei Listrik Pedesaan di Nagari Galuguah.

“Memang kita sudah melakukan survei listrik pedesaan di Nagari Galuguah, dan ini program nasional. Untuk Limapuluh Kota, ada tiga daerah Listrik Pedesaan yang kita lakukan survei, diantaranya, Nagari Koto Lamo, Jorong Sungai Nyanyiang, dan Nagari Sungai Naniang, Kecamatan Bukit Barisan, kemudian Nagari Galuguah,” jelas Manager PLN Rayon Limapuluh Kota, Ardiman, Jumat (23/12) kepada awak media.

Disampaikan Ardiman, tidak hanya tim dari PLN rayon Limapuluh Kota ikut survei, tetapi juga dari PLN Sumbar. Belum masuknya Listrik kenagari Galuguah, sebut Ardiman, bukan karena terlambat atau tidak memenuhi syarat. Tetapi, sebutnya, terkait dengan infrastruktur jalan sebagai jalur transportasi untuk membawa tiang listrik.

Setelah survei dilakukan sebutnya, tim survei listrik pedesaan Sumbar akan memasukkan proposal kepada PLN pusat untuk bisa menjadi prioritas pada tahun 2017 mendatang.Tentu saja, dengan harapan, paling lambat akhir tahun 2017 mendatang, Nagari Galuguah sudah terang benderang.

“Biasanya setelah kita sampaikan kepada Provinsi kemudian disampaikan kepada PT PLN Nasional, 10 bulan kemudian sudah bisa dilakukan program Listrik Pedesaan. Karena proses, tender dan lelang pengerjaan dilakukan terlebih dahulu dan biasanya pada bulan September sudah siap tender, dan Oktober bisa dilaksanakan,” sebutnya memperkirakan proses listrik pedesaan bisa dinikmati masyarakat sejak surve dilakukan.

Sementara Camat Kapur IX, Andri Yasmen mengaku bahagia mendengar ada harapan jika Nagari Galuguah bakal masuk listrik Pedesaan. Bahkan saat survei dilakukan, ratusan masyarakat Nagari Galuguah, berjanji akan ikut membantu pelaksanaan terhadap listrik pedesaan tersebut.

“Antusias masyarakat sangat tinggi, mereka betul-betul rindu dengan adanya listrik. Wajar saja, karena sejak Indonesia Merdeka mereka belum pernah menikmati listrik. Jadi adanya survei kamarin itu membuat ratusan warga senang, dan bersedia membantu,” jelas Camat.
Meski terbilang hitungan Bulan, Camat Andri Yasmen, menjabat Camat Kapur IX, setelah dimutasi oleh Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi, dari Camat Pangkalan, namun kini ribuan jiwa masyarakat Nagari Galuguah, menitipkan harapan kepadanya.

“Kita terus akan berusaha bekerja dan berbuat sesuai dengan harapan masyarakat. Dan kita mencoba terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan instansi terkait untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat, seperti listrik, sinyal handphone, namun itu menunggu listrik masuk dulu,” sebut Camat ramah itu.

Mendapat laporan adanya rencana pihak PLN akan memasukan jaringan listrik di Nagari Galuguah, Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi, menyampaikan terima kasih kepada pihak PLN karena telah melakukan survei.

“Kita sangat berharap listrik pedesaan ini benar-benar terwujud,” ujar Irfendi Arbi berharap. (dst)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY