Cekcok Antar Tetangga di Purus Kebun, Berujung Penganiayaan

0
2128
KAPOLSEK Padang Barat, Kompol Syahrul Chan tengah melihat kondisi korban, Dodiar (53) dan Rizki Afdan Armen (14) yang dirawat di RSUP Dr.Djamil Padang. Ibu dan anak tersebut menjadi korban penganiayaan oleh tentangganya sendiri. Foto Putra

PADANG, KP – Warga Jalan Belimbing Kelurahan Ujung Gurun Purus Kebun, Kecamatan Padang Barat, Sabtu (24/12) sekitar pukul 18.30 WIB dikejutkan dengan peristiwa cekcok sesama tetangga.

Akibat kejadian tersebut, satu keluarga menjadi korban penganiayaan. Para korban yang terdiri dari pasangan suami istri (Pasutri) dan anaknya tersebut mengalami luka di bagian kepala dan tangan, sementara pelaku juga mengalami luka ringan di bagian tangan kirinya, karena sempat berduel dengan para korban.

Dua korban dari satu keluarga tersebut akhirnya dilarikan ke RS Bhayangkara, dan pada akhirnya di rujuk ke RSUP Dr.Djamil Padang untuk mendapatkan penanganan medis, sebab mengalami luka parah di bagian kepala.

Sementara, Arwin (49) tahun (pelaku) terpaksa diamankan pihak Polsek Padang Barat, Sabtu Malam (24/12). Arwin yang juga Ketua RT setempat itu, diamankan karena diduga telah melakukan penganiayaan terhadap satu keluarga yang merupakan tetangga satu kompleknya di kawasan Purus Kebun tersebut.

Menurut keterangan pelaku saat diamankan ke Mapolsek Padang Barat, kejadian tersebut berawal saat pelaku mendapat laporan dari anak perempuannya yang mendapat makian dari korban Maysirudin Rahman atau Armen sapaan akrabnya.

Diduga, Armen tak senang melihat anak pelaku bersama teman lelakinya, yang sama-sama berstatus mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Padang, dibawa masuk ke rumah pelaku oleh anak perempuanya.

“Saat pulang dari tempat kerja, saya mendapat laporan dari anak perempuan saya, bahwa anak saya dimaki-maki oleh korban (Armen) tadi sore (Sabtu-red). Saya hanya bermaksud untuk menanyakan hal tersebut kepada dia, kenapa anak saya dimaki-maki?. Padahal sore itu, anak perempuan saya dan teman lelakinya tidak berbuat apa-apa dirumah. Dia (teman laki-laki) hanya bertamu biasa. Saat itu dirumah juga ada istri saya dan keluarga saya yang lain, dan waktu itu juga masih sore,” ujar Arwin kepada KORAN PADANG di Mapolsek Padang Barat.

Setibanya di rumah korban yang berada dekat di depan rumahnya, pelaku langsung dihadang oleh istri dan anak korban.

“Padahal saya hendak menanyakan kejadían tadi sore itu dan tak ada maksud lain, tiba-tiba Armen pun keluar dengan membawa sebilah pedang (Samurai). Lalu, dengan wajah emosi, ia mengayunkan ‘samurai’ itu ke arah saya,” katanya.

Disaat kondisi terdesak, ia berusaha mengelak dari serangan korban, namun kepalanya terbentur ke pagar rumahnya sendiri, akhirnya parang tersebut mengenai tangan sebelah kiri pelaku, hingga mengalami luka robek.

Melihat kejadian tersebut, istri pelaku berteriak minta tolong, dan membuat warga berhamburan keluar menuju ke lokasi kejadian, guna melerai perkelahian tersebut.

“Saat warga keluar dan menyabarkan korban, saya mencari sebuah tongkat besi yang berada di belakang rumah, dan saat itu dia (Armen) masih menggenggam Samurai, dan kembali mengacungkannya ke istri dan anak saya, kemudian saya mencoba membela diri dan melindungi keluarga saya, dengan langsung memukul tangan kanannya dengan tongkat besi, kemudian memukul istri dan anaknya, yang juga hendak menyerang saya,” paparnya.

Pelaku yang juga sudah tersulut emosi dan hilang kontrol, langsung ditenangkan warga untuk menghentikan amukannya, setelah itu pelaku pun lansung pergi ke rumah saudaranya yang berada di kawasan Jati, untuk mengobati tangannya yang terkena sabetan senjata si korban tersebut.

Sementara, Kapolsek Padang Barat, Kompol Syahrul Chan menyebutkan, kejadian tersebut masih dalam proses dan pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi, pelaku dan korban, guna mengumpulkan keterangan lebih lanjut. Sedangkan, pelaku belum ditahan dan dikenakan wajib lapor.

“Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku, begitu juga dengan korban dan saksi. Korban saat ini masih dirawat di rumah sakit, karena mengalami luka di bagian kepala dan tangan,” terang Kapolsek. (nda)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY