Napi Kasus Pembunuhan Kabur dari Lapas Laing

0
440
Petugas Lapas Laing menunjukan ruang tahanan tiga narapidana yang kabur. GOVAN

SOLOK, KP –Tiga orang narapida kabur dari Lembaga Permasyarakatan (Lapas) kelas II B Laing, Rabu senja selepas Magrib (28/12) sekitar pukul 18.25 WIB. Ketiga napi itu melarikan diri setelah mengelabui petugas lapas dengan tidak melaksanakan Salat Magrib berjemaah. Di saat petugas dan warga binaan lainnya sedang salat, ketiga napi tersebut melarikan diri dengan cara meggergaji pintu sel ruang tahannya. Dua dari narapidana yang kabur itu terlibat kasus pembunuhan dengan masa hukuman 20 tahun penjara.

Kepala Lapas Kelas II B Laing, Yandi Suyandi, membenarkan adanya tiga narapidana yang kabur tersebut. Menurutnya, pihak lapas menyerahkan kasus warga binaan yang kabur tersebut ke pihak Kepolisian Polres Solok Kota.

”Memang benar ada warga binaan saya yang melarikan diri. Kini kasusnya telah ditangani sepenuhnya pihak kepolisian bekerjasama dengan Lapas,” kata Yandi ketika dihubungi via seluler, Kamis (29/12).

Diungkapkannya, pihak kepolisian menduga narapidana tersebut melarikan diri dengan cara menggunakan gergaji dan kunci besi sehingga pintu sel dapat mereka lepaskan. Setelah itu, diduga para napi itu menggergaji kawat besi jendela. Kejadian tersebut dapat mereka lakukan setelah mengelabui petugas dengan tidak melaksanakan Salat Maghrib berjemaah seperti biasa.Ketika sedang salat itulah, para napi tersebut memanfaatkan momentum suasana sepi itu untuk melarikan diri.

“Namun itu baru dugaan sementara saja. Kasusnya telah dilimpahkan kepada pihak polisi untuk ditelusuri, termasuk untuk mengungkap bagaimana para napi tersebut bisa mendapatkan gergaji,” papar Yandi seraya mengarahkan wartawan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Kalapas untuk mengetahui data narapidana yang kabur itu.

Sementara, berdasarkan data yang diberi- kan Irwan selaku Plt Kalapas, tiga orang narapidana yang kabur tersebut adalah Irwanto. Dia merupakan narapidana kasus pembunuhan dan perampokan dengan masa hukuman 20 tahun penjara dan telah menjalani masa pembinaan selama kurang lebih 4 tahun.

Berikutnya, Oktarezo. Dia terlibat kasus pembunuhan yang menjalani masa tahanan 20 tahun, dan telah menjalani pembinaan kurang lebih 2 tahun. Sedangkan yang terakhir adalah Ahmad Efendi, narapidana kasus penggelapan dengan masa binaan 2 tahun dan telah menjalani masa binaan baru sembilan bulan.

Kapolres Solok Kota, AKBP Susmelawati Rosya, melalui Kasat Reskrim, Iptu Joni Isnandar, hingga berita ini diturunkan belum dapat dihubungi. Namun, sejauh ini polisi masih memburu para narapidana yang melarikan diri itu. (van)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY