BBPOM Minta Masyarakat Teliti Sebelum Membeli

0
103
Kepala BBPOM Sumbar, ZULKIFLI

PADANG, KP – Berbicara mengenai kosmetik kecantikan memang tidak akan ada habisnya dan akan menjadi topik sepanjang masa, karena seiring dengan pertumbuhan penduduk yang meningkat dari tahun ke tahun.

Namun, dalam memilih kosmetik yang baik, tentunya harus dibutuhkan ketelitian. Pasalnya, terkadang ada produsen ‘nakal’ yang sengaja mencampurkan kosmetik dengan bahan – bahan mengandung zat berbahaya. Untuk itu, memang diperlukan ketelitian dari konsumen sebelum membeli kosmetik kecantikan.

Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM), Zulkifli kepada KORAN PADANG di Padang, kemarin menjelaskan, adanya pasar bebas ASEAN tentunya tidak tertutup kemungkinan masih banyaknya produk – produk kosmetik ilegal berbahaya yang masuk dan beredar di pasaran.

“Bagi konsumen yang memakai produk berbahaya ini tentunya berakibat fatal bagi diri sendiri. Untuk itu, BBPOM meminta masyarakat teliti sebelum membeli produk-produk tersebut, agar tak dirugikan,” katanya.

Dijelaskannya, berbagai upaya dilakukan BBPOM dalam mengantisipasi hal, mulai dari pengawasan rutin bersama pihakterkiat dari sarana distribusi, ritel pemasaran produk hingga beredarnya produk tersebut di pasaran di setiap kabupaten/kotadi Sumbar.

“Dalam satu tahun BBPOM dapat menguji sebanyak 950 sampel produk kecantikan, mulai dari keamanan atau kandungan bahan berbahaya yang ada di dalamnya,” kata Zulkifli.

Untuk penegakan hukum, BBPOM akan menindak tegas pengedar ataupun produsen kosmetik ilegal dan juga mengandung bahan berbahaya dengan memberikan sanksi Pro Justitia oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BBPOM di Padang.

“Dari sembilan kasus yang kita proses secara hukum, dua diantaranya berkaitan dengan kosmetik,” katanya.

Ia menambahkan, hampir setiap Kabupaten maupun Kota di Sumbar ditemukan kosmetik – kosmetik berbahaya, melalui pemeriksaan rutin.

Lebih lanjut dijelaskannya, zat – zat yang sering ditambahkan pada kosmetik kecantikan muka adalah Merkuri, Hidrokinon dan Asam Retinoat. “Apabila zat ini terkena di bagian kulit maka akan terasa seperti terbakar, bahkan mengelupas,” ungkapnya.

Ia meminta, agar masyarakat terhindar dari kosmetik berbahaya ini, BBPOM Padang telah melakukan suatu upaya dengan melakukan kegiatan berupa Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat, mulai dari Kecamatan, Kelurahan, Kabupaten dan Kota.

“Tujuannya agar masyarakat tahu bagaimana cara memilih kosmetik yang aman dan baik itu,” pungkasnya. (ted)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY