Benda yang Disangka Bom itu Ternyata Kotak Vaksin

0
97
KAPOLDA Sumbar, Brigjen Pol Basarudin, bersama Kapolresta Padang, Kombes Pol Chairul Aziz, beserta jajaran, membuka kotak misterius yang sebelumnya diduga bom, di Mapolresta Padang. IRWANDA SAPUTRA

PADANG, KP – Pasca-ditemukannya benda meyerupai bom yang membuat heboh warga Kota Padang, yang di temukan jelang pergantian tahun lalu di Rumah Sakit Ibnu Sina, Jalan Gajah Mada, Kelurahan Gunung pengilun, Kecamatan Nanggalo, ternyata setelah dipastikan merupakan kotak obat vaksin.

Kotak obat vaksin itu berwarna putih dengan ukuran 20×20 centimeter itu diketahui memang memiliki alat penghitung waktu (timer) serta kabel yang berfungsi untuk pengatur suhu. Diduga, kotak obat vaksin itu biasa diantar oleh seorang kurir ke rumah sakit itu.

Kapolresta padang, Kombes Pol Chairul Aziz, melalui Kabag Ops, Kompol Sumintak, menjelaskan terungkapnya kotak tersebut merupakan obat vaksin berawal dari hasil penyelidikan dan rekaman CCTV rumah sakit tersebut.

“Kurir tersebut terekam oleh CCTV dan kita langsung mencari dan meminta keterangannya. Dari pengakuan orang tersebut, kotak itu adalah miliknya yang berisi obat dan akan diserahkan kepada pihak rumah sakit,” jelas Sumintak, Selasa (3/1).

Ditambahkannya, saat si pengantar ingin melaporkan tanda serah terima barang ke pihak rumah sakit, kotak obat itu ditinggalnya di depan ruang tunggu poliklinik tanpa sepengetahuan karyawan. Namun, karyawan kasir yang melihat barang tersebut langsung kaget dan menduga kotak itu adalah bom.

“Karyawan rumah sakit yang menemukan kotak itu tidak mengetahui persis itu kotak apa dan dia melaporkan pada satpam rumah sakit. Satpam juga tidak ada tahu apa-apa dan langsung menduga kalau itu adalah bom,” ujarnya.

Ditegaskan Sumintak, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, kotak itu dipastikan hanyalah kotak obat dan bukan bom. Sedangkan di dalam kotak itu berisi es batu dan pada bagian luar kotak terdapat termometer yang berfungsi untuk mengatur suhu pendingin obat. Di dalam kotak itu sama sekali tidak ditemukan bahan peledak atau sejenisnya

Evaluasi untuk Rumah Sakit
Kabid Humas Polda Sumbar, AKBP Syamsi, menyayangkan minimnya pengetahuan karyawan rumah sakit tentang macam-macam peralatan obat-obatan. Hal itu dibuktikan dengan tidak tahunya karyawan Rumah Sakit Ibnu Sina tentang kotak obat vaksin yang malah dianggap bom sehingga bikin geger pada malam jelang tahun baru.

“Seharusnya karyawan rumah sakit tahu bahwas kotak itu hanyalah berisi obat. Pihak rumah sakit harus mengevaluasi dan memberi pengetahuan kepada setiap karyawannya,” ungkap Syamsi.

Dia menegaskan, dengan terungkapnya kotak yang diduga bom tersebut hanya berupa obat, maka dipastikan tragedi pada malam tahun baru tersebut bukanlah aksi teror.

“Kotak itu hanya kotak obat yang akan diserahkan oleh pengantar obat ke rumah sakit. Dan itu bukan sejenis teror namun hanya kesalahan dari karyawan dan satpam rumah sakit yang tidak mengetahui benda apa di dalam kotak tersebut,” pungkasnya. (iwa)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY