Soal Paus Terdampar, BMKG Jawab Keresahan Masyarakat

0
93
SEEKOR ikan paus yang sudah mati terdampar di pantai Tua Pejat dan dipindahkan ke lautan lepas karena bangkai ikan paus itu menebarkan bau busuk yang menyengat. IST

PADANG, KP – Masyarakat sempat bertanya-tanya terkait terdamparnya seekor paus di tepian pantai Tua Pejat, Mentawai, apakah ada kaitannya dengan akan terjadinya gempabumi atau bencana lainnya. Menjawab keresahan masyarakat, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan kemungkinan seekor paus yang terdampar itu bisa saja dikarenakan faktor pengaruh massa air yang naik dan akibat angin kencang. Sehingga, ikan paus itu mencari makan di perairan sehingga terbawa arus permukaan.

“Ikan akan bermigrasi ke tempat yang banyak nutrisi,” ungkap Fadilah Ika, petugas di Stasiun Klimatologi Sicincin, kemarin.

Menurut informasi, ikan paus itu diperkirakan jenis paus sperma yang terlihat pada Minggu (1/1) oleh nelayan setempat di daerah Sipora Utara dan kemudian terlihat sudah mengambang dalam keadaan mati di perairan. Kemudian pada hari Senin (2/1) paus dengan panjang sekitar 10 meter dan berat puluhan ton itu sudah berada di tepi pantai Jati Tua Pejat dan menebarkan bau busuk. Sehingga, masyarakat bersama Satgas BPBD Mentawai dan Basarnas berupaya memindahkan bangkai paus itu ke lautan lepas. (ak/*)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY