‘Tanah Ombak’ Komit Pacu Kreatifitas Anak-anak ‘Pinggiran’ Perkotaan

0
157
Anak-anak Tanah Ombak sedang berlatih bernyanyi bersama di Rumah Tanah Ombak, Jl. Purus III No. 30 Kecamatan Padang Barat, Rabu malam (4/1). SEPTIADI NEFRI

PADANG, KP – Berawal dari berdirinya Teater Noktah tahun 1993 lalu, Syuhendri, Yusrizal KW, bersama anggota Teater Noktah lainnya merasa terpanggil untuk mendirikan ‘Tanah Ombak’ pada tahun 2014. Sebab, mereka melihat masih banyak anak-anak yang tidak tersentuh oleh pendidikan. Tanah Ombak diperuntukkan bagi anak-anak untuk meningkatkan minat baca dan kreatifitas mereka.

“Tanah Ombak didirikan sebagai bentuk kpedulian pada lingkungan, terutama terhadap anak-anak yang saat ini sangat rentan dirusak moralnya oleh perkembangan zaman. Apalagi perhatian dan bimbingan sebagian orangtua dalam tumbuh kembang anak masih minim,” ulasnya kepada KORAN PADANG, Rabu malam (4/1).

Untuk itu, sebuah rumah di Jl. Purus III No 30 Kecamatan Padang Barat, dijadikan Sekretariat tanah Ombak sebagai wadah bagi anak-anak dalam belajar dan berkreatifitas. Lokasinya bisa dibilang berada di daerah ‘pinggiran’ walaupun berada di tengah-tengah perkotaan. Sebab, di daerah itu masih banyak anak-anak yang tidak mempunyai kesempatan belajar.

Di Tanah Ombak itu, anak-anak usia TK hingga SMA dilibatkan dalam berbagai kegiatan. Seperti membaca, menulis, mendongeng, menari, bermain musik, dan teater. Jumlah anak yang ada di lembaga itu saat ini 70 orang namun yang sering datang hanya sekitar 25 anak lebih dengan jumlah pengajar tetap sebanyak tiga orang.

Sejak berdiri akhir tahun 2014 hingga saat ini, Syuhendri dan kawan-kawan beserta anak asuhnya telah meraih beberapa penghargaan. Di antaranya Juara I Regional Sumatera Gramedia Reading Community Competition 2016, Anugerah Literasi Minangkabau 2016, komunitas Terbaik I Sumbar dari Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, dan Penampilan Terbaik pada Festival Teater Anak-anak Nasional 2014 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Syuhendri berharap ke depannya anak-anak Indonesia yang luput dari pendidikan nantinya dapat tumbuh menjadi generasi yang jujur dan tetap menjadi diri sendiri.

Tanah Ombak mempunyai motto, ‘Di sini kami belajar, membaca banyak buku, berkreatifitas, melejitkan potensi, dan berproses menjadi generasi mandiri. Beginilah cara kita mencintai Indonesia dengan sungguh-sungguh’. (ted)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY