Tujuh Kabupaten/Kota Dihantam Banjir dan Longsor

0
267
Kodim 0309/Solok bekerjasama dengan BPBD Kota dan Kabupaten Solok mengevakuasi warga yang terjebak banjir, Kamis (5/1). HUMAS

PADANG, KP – Meningkatnya intensitas hujan dalam beberapa hari belakangan menyebabkan banjir dan longsor melanda tujuh kabupaten/kota di Sumbar, Kamis (5/1). Data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, ribuan masyarakat terdampak bencana, diantaranya mesti tinggal di tempat mengungsian.

“Akibat hujan lebat yang terjadi sejak Rabu malam, 7 daerah di Sumbar dilanda banjir dan longsor. Di Kota Solok, sebanyak 400 KK yang tinggal di 4 kelurahan terendam banjir dengan ketinggian banjir sekitar 75 cm. Di Kabupaten Solok, tepatnya di Nagari Salayo, Kecamatan Kubung, sekitar 80 persen pemukinan masyarakat terendam, 904 KK terdampak banjir,” sebut Kalaksa BPBD Sumbar, Nasridal Patria, didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik, R Pagar Negara, kemarin.

Dia menambahkan, di Kabupaten Pesisir Selatan banjir melanda 4 kecamatan yang ada di daerah tersebut. Yakni kecamatan Batang Kapas, IV Jurai, Bayang dan Tarusan. Begitu juga di Solok Selatan, Nagari Sungai Pagu dan Batang Suliti terendam banjir. Kabupaten Kepulauan Mentawai, juga diperoleh laporan adanya banjir yang terjadi di kecamatan Siberut Utara, saat ini BPBD setempat sedang melakukan pendataan berapa banyak masyarakat yang terdampak bencana tersebut.

“Di Pasaman, tepatnya jalan Agam-Pasaman, yakninya jalan lintas yang berada di Nagari Nan Tujuh terjadi longsor. Akibatnya akses jalan terputus. Longsor juga terjadi di Nagari Malalak Timur Kabupaten Agam, Nagari Panta Matur, Nagari Landia dan Nagari Nan 7 juga terjadi pohon tumbang,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, saat ini dari 7 kabupaten/kota di Sumbar yang mengalami bencana banjir dan longsor, Kota Solok dan Kabupaten Solok menjadi daerah yang terparah terdampak banjir dan longsor. Meskipun belum ada laporan adanya korban jiwa, namun ratusan kepala keluarga di daerah ini terdampak banjir, sehingga terpaksa diungsikan ke tempat yang aman.

“Berdasarkan informasi dari petugas yang ada di lapangan, banjir telah surut. Namun melihat intensitas hujan yang kemungkinan akan terjadi hingga akhir Januari nanti, maka banjir genangan masih berkemungkinan melanda. Untuk itu, kami menghimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai yang ada di Sumbar untuk meningkatkan kewaspadaannya, apalagi ketika hujan mulai melanda,” jelasnya.

Ia menjelaskan, saat ini BPBD Sumbar terus menjalin koordinasi dengan BPBD kabupaten/kota yang daerahnya terdampak banjir dan longsor. Untuk Kabupaten Solok, dan Kota Solok perahu karet telah dikirimkan, bahkan untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir saat ini Dinas Sosial setempat telah membuat dapur umum di Kelurahan Tanah Garam, di Kecamatan Lubuk Sikarah.

“Kami terus monitor apa yang dibutuhkan kabupaten/kota. Kami siap membantu, begitu juga daerah lain yang tidak terdampak diharapkan disaat bencana terjadi diharapkan mereka juga turut membantu, baik dari segi peralatan mau- pun personil, termasuk mendata apa yang dibutuhkan masyarakat,” pungkasnya.

Banjir Terparah di Solok
Di Kabupaten Solok, sekitar pukul 07.00 WIB, Kamis (5/1), longsor melanda dua titik di Jorong Sangkak Puyuah, Nagari Air Batumbuk, Kecamatan Gunung Talang. Dua titik longsor itu terjadi di depan SD 42 Air Batumbuk dan di dekat kantor walinagari lama.

Longsor mengakibabkan hubungan Lubuk Selasih menuju Alahan Panjang serta Solok-Solok Selatan terputus. Sebab, tumpukan material tanah setinggi kurang lebih 3 meter disertai sebuah pohon sengon besar menghalangi jalan utama menuju Solok Selatan dari Lubuk Selasih.

Petugas Dinas PU dan BPBD dibantu kepolisian dan TNI berusaha menying- kirkan material longsor di dua titik tersebut. Beruntung, kejadian itu tidak memakan korban jiwa. Namun, longsor mengakibabkan sawah warga tertimbun sehingga gagal panen.

“Longsor pertama terjadi sekitar pukul 07.00 WIB dan jalan masih bisa dilintasi kendaraan. Namun longsor besar disertai pohon tumbang kembali terjadi pukul 08.00 dan menutup semua badan jalan disertai ambruknya pohon sengon,” jelas Isap Iyur (50), warga Sangkak Puyuh.

Dalam kejadian itu, satu keluarga dengan 5 orang anak terisolasi karena akses jalan menuju rumahnya terputus.

Warga menyayangkan Pemerintahan Nagari Air Batumbuk terkesan cuek dan tidak turun ke lokasi. Bahkan, Walinagari Air Batumbuk, ‘RB’ disesali warga. Sementara kerugian materil dalam peristiwa itu ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Sebelumnya, 15 November 2016 lalu, sekitar 100 meter dari titik longsor yang terjadi sekarang, juga terjadi longsor yang menewasakn satu orang.  Pada 27 Oktober 2016, juga terjadi longsor dan pohon tumbang di Pauah, Kayu Jao yang berjarak 2 KM dari TKP. Longsor yang paling parah terjadi di Rawang, Lubuk Selasih, 24 Agustus 2016 silam yang menewaskan 4 orang satu keluarga.

Bupati Solok Tinjau Banjir Selayo
Sementara itu, Nagari Salayo dan Koto Baru di Kecamatan Kubung dilanda banjir besar karena meluapnya Sungai Batang Lembang. Banjir mengepung ratusan rumah warga, masjid dan musala, lahan persawahan, dan perkantoran. Selain itu, beberapa sekolah seperti SMP 1 Kubung, SMA 1 Kubung, PAUD, SD 10 Simpang, Kubung, SD 28 Lubuk Agung, SD 20 Galanggang Tangah, SD 09 Rawang Sari, SD Negeri 05 Kapalo Koto, SMK ABW, dan lainnya juga terendam air berwarna coklat keruh itu.

Jorong yang paling parah dilanda banjir adalah Kapalo Koto, Galanggang Tangah, Rawang Sari, dan Tampunik di Nagari Salayo. Sementara di Nagari Koto Baru, yang paling parah dihantam banjir adalah Jorong  Simpang, Kayu Samuik, Pabatungan, dan  Lubuk Agung.

Bupati Solok, H. Gusmal Dt Rajo Lelo dan SKPD terkait, langsung mengunjungi TKP dan menginstruksikan Dinas BPBD dan Dinas Sosial segera membantu warga. Selain itu, Posko untuk bantuan warga juga akan didirikan di depan kantor Walinagari Salayo.

Lokasi yang sama pada akhir tahun 2014 silam juga dilanda banjir. Ketika itu sekitar 2.824 rumah warga mulai dari Koto Baru hingga perbatasan Kota Solok terendam banjir.
Selain di Selayo, banjir juga merencam Kecamatan Bukit Sundi, seperti di Galagah Muara Panas.

Bencana banjir tidak saja menghantam wilayah tengah dan utara Kabupaten Solok, di bagian Selatan bumi beras ternama ini, seperti Nagari Aia Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti,
bencana banjir bandang juga memporak-porandakan tiga unit rumah penduduk. Dua unit jembatan penghubung transportasi wilayah setempat juga dilaporkan putus. “Barusan kita mendapat laporan bahwa 3 unit rumah warga rusah berat dan 2 unit jembatan runtuh di Nagari Aia Dingin,” jelas Plt Sekda, Edisar di posko bencana Salayo.

Bantuan Mengalir
Bantuan korban banjir yang tercatat di Posko Banjir Salayo adalah berupa mie instan, air mineral, sarden, beras, telur itik, uang tunai datang dari dari donatur dan anggota DPRD Kabupaten Solok, seperti H. Hardinalis Kobal dan Sutan Bahri.

Bantuan juga datang dari Dinas Sosial Kabupaten Solok, Dinas Perhubungan Kabupaten Solok, Kantor Walinagari Salayo, Karang Taruna dan donatur lainnya seperti Riska Dt Aceh.

Sementara pejabat yang sudah mengunjungi korban banjir antara lain Bupati Solok, H. Gusmal, Ketua DPRD Kabupaten Solok, H. Hardinalis, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok, Septrismen Sutan Putih, Plt Sekda Kabupaten Solok, Edisar Dt Manti Basa, Staf Ahli, Aliber Mulyadi dan Efriadi, Kadis Kesehatan, dr. Sri Efianti, Kepala BPM, Medison, Kadis Sosial, Raflis, Kadis BPBD, Dasril, Kadis Pariwisata, Yandra, Kabag Humas, Devi Pribadi, Camat Kubung, Dafrizon, Sekwan, Is dan lainnya. (wan/bob)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY