Banjir Solok Terparah dalam 20 Tahun Terakhir

0
224
Kondisi rumah masyarakat di Jorong Songsang, nagari Aia Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti, yang sudah sangat labil dan sewaktu-waktu bisa terban dibawa longsor. WANDY

SOLOK, KP – Banjir yang melanda Kabupaten Solok, Kamis dan Jumat (5-6/1), mengakibatkan ratusan hektar sawah, baik yang siap panen atau yang baru siap tanam, jadi rusak.

Sekeratris Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Miharta Maria, Minggu (8/1), menyebutkan, sampai saat ini pihaknya masih mendata lahan pertanian masyarakat, baik sawah atau perkebunan yang dihantam musibah banjir di seluruh wilayah Kabupaten penghasil Bareh Tanamo itu.

“Sampai saat ini kita masih melakukan pndataan berapa luas persawahan dan perkebunan masyarakat yang rusak akibat banjir. Tapi yang pasti, hampir ratusan hektar sawah baik yang siap panen atau yang baru ditanam mengalami kerusakan,” jelas Miharta Maria.

Menurutnya, di Nagari Air Batumbuk saja, longsor mengakibabkan kerugian ratusan juta rupiah karena padi dan bawang siap panen dihantam longsor. Sementara di Selatan Kabupaten Solok, seperti Nagari Aia Dingin di Kecamatan Hiliran Gumanti, banjir badang merusak dua jembatan dan tiga rumah serta ratusan hektr perkebunan.

Di Kecamatan Pantai Cermin, banjir bandang sudah melanda sejak Kamis subuh, sekitar pukul 01.30 WIB. Bahkan, Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin, sudah melakukan peninjauan langsung ke Aia Dingin, Lolo, dan Surian, pada Kamis sore. Di Pantai Cermin, banjir bandang terparah terjadi di Jorong Aie Angek Sonsang, Jorong Data, dan Jorong Koto.

Wabup Solok, Yulfadri Nurdin, memperkirakan kerugian banjir Pantai Cermin dan Aia Dingin diperkirakan di atas Rp1 miliar.

“Saya melihat kerugian masyarakat yang terbesar adalah lahan bawang siap panen dan juga tiga rumah warga diondoh banjir,” jelasnya,

Selain itu, banjir bandang juga merusak 3 buah jembatan. Adapun daerah yang terkena banjir di Nagari Lolo akibat meluapnya aliran Sungai Ulu dan Sungai Muaro Indarung di Jorong Sungai Indaruang, Jorong Pisau Hilang, Jorong Tambang, dan Kulemban, yang mengakibatkan sawah dan ladang bawang msyarakat seluas 30 hektar rusak. Selain itu, banjir juga merusak 2 buah jembatan di Jorong Sapan Kayu Manang serta menghanyutkan sebuah jembatan.

Khusus di Nagari Aia Dingin, Kecamatan Hiliran Gumanti, masyarakat Jorong Koto dan Jorong Data Nagari Aia Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti dipimpin anggota DPRD asal daerah setempat, M. Syukri, bergoro membangun jembatan darurat karena jembatan yang menghubungkan kedua jorong tersebut hanyut dibawa banjir bandang yang terjadi Kamis lalu.

“Untuk sementara kita dirikan jembatan darurat karea jembatan aslinya hanyut dibawa banjir bandang sambil menunggu bantuan pemerintah memperbaikinya,” jelas M. Syukri.

Di Kecamatan Kubung, banjir juga merusak ratusan hektare sawah di Salayo dan Koto Baru serta ribuan rumah penduduk terendam banjir. Lokasi paling parah yang dihantam banjir adalah Jorong Lubuak Agong dan Jorong Simpang.

“Banjir juga merusak ternak masyarakat seperti di Tangah Padang di mana satu ekor kerbau milik warga hanyut dibawa air bah dan puluhan kolam ikan masyarakat diporak-porandakan banjir,” jelas Bupati Solok, H. Gusmal Dt Rajo Lelo, SE, MM.

Data yang dikumpulkan di posko bencana Nagari Salayo, jumlah rumah penduduk yang terendam sebanyak 890 unit dengan jumlah penghuni 3.727 jiwa. Banjir terparah terjadi di Jorong Galanggang Tangah.

Menurut Bupati Gusmal, meski dalam kejadian musibah banjir itu tidak ada korban jiwa, namun banjir kali ini dinilai paling parah dalam 20 tahun terakhir.

Di nagari Koto Baru, selain merusak puluhan hektar sawah dan perkebunan, banjir juga mengepung 216 rumah dengan jumlah penghuni 993 jiwa di tiga jorong. Walinagari Koto Baru Afriza, mengatakan musibah banjir melumpuhkan ekonomi masyarakat. Sebagai upaya pertolongan, pihaknya telah berupaya menyalurkan sebanyak 1.050 bungkus nasi untuk warga korban banjir. Sementara untuk tambahan lain, pemerintah nagari  baru menerima sebanyak 10 dus mie Instan, 10 dus air mineral, dan 4 dus sarden dari Dinas Sosial Kabupaten Solok.

“Sejauh ini kita baru menanggulangi secara darurat saja dengan bantuan nasi bungkus. Banyak warga yang tak bisa memasak karena dapurnya terendam banjir,” kata Afrizal.

Di bagian utara Kabupaten Solok, banjir merusak lahan persawahan di Paninggahan dan Sumani. Sampai saat ini pihak terkait masih melakukan pendataan tentang kerugian yang diakibabkan oleh banjir yang hampir serentak terjadi di Kabupaten Solok. Semua pihak ikut turun dan peduli dengan musibah ini. Bahkan, Pemkab Solok mulai dari Bupati, Wakil Bupati, BPBD, Dinas Sosial, TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan Dinas Pertanian, Kesehatan, Tigana, Orari, Anggota DPRD, dan elemen lainnya turun ke lapangan. Mereka bahu-membahu melkukan pertolongan kepada masyarakat yang terkena banjir. (wan)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY