Terungkap, Ada Puluhan Geng Tawuran di Padang

0
1635
kanit Reskrim Polsek Padang Timur, Iptu Jaswir ND, menginterogasi tersangka pencurian dengan kekerasan (curas), Minggu (8/1). Para pelaku yang mengatasnamakan geng ‘WSAF’ itu merupakan komplotan tawuran.

PADANG, KP – Tim opsnal Reskrim Polsek Padang Timur mengamankan dua pelaku pencurian dengan kekerasan (curas), Jumat malam (6/1) sekitar pukul 20.00 WIB. Pelaku yang mengantasnamakan Geng WSAF (Warga Simpang Anam Family) itu dibekuk petugas di kawasan Gor. H. Agus Salim, Padang.

Para pelaku berinisial RH (18) dan MR (17) diamankan petugas berikut barang bukti (BB) satu unit sepeda motor Honda Beat yang merupakan hasil curian. Sepeda motor tersebut milik korban bernama Fajri Prasetyo (17), yang didiuga dirampas Geng WSAF saat malam pergantian tahun, di kawasan Sawahan, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang.

Sebelumnya, petugas telah mengamankan dua pelaku lain, yakni TS (23) dan SW (16). Disinyalir, jumlah pelaku yang merupakan geng tawuran itu lebih 10 orang.

Kapolresta Padang, Kombes Pol Chairul Aziz, melalui Kapolsek Padang Timur, Kompol Febgendri, mengatakan modus para pelaku ada- lah menyaasar korban yang seusia dengan me- reka dan menanyakan asal usulnya. Setelah itu, pelaku melakukan kekerasan bahkan dengan benda tumpul hingga samurai.

“Saat ini kita masih melakukan pengembangan terkait pelaku lain yang berjumlah lebih 10 orang tersebut,” terang Febgendri didampingi Kanit Reskim, Iptu Jaswir ND.

Menurutnya, pihaknya juga tengah memburu pelaku yang merupakan otak atau ketua geng berinisial J dan K yang telah dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita berhasil menangkap semua anggota geng ini. Pelaku akan dijerat pasal 365 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara,” tegas Iptu Jaswir ND.

Mendapat 17 Jahitan
Sementara, para korban geng tersebut mengalami trauma. Bahkan, korban bernama Fajri Prasetyo harus mendapat 17 jahitan di bagian punggung dan jari akibat kekerasan yang dilakukan pelaku.

“Saat itu saya mau mengisi bensin di kawasan Sawahan. Namun, tanpa sebab segerombolan orang langsung menghentikan saya dan menanyakan anak mana. Lalu mereka langsung memukuli saya,” ungkap Fajri Prasetyo menceritakan kronologis kejadian tersebut.
Menurutnya, antara pelaku dan dirinya tidak saling kenal.

“Mereka langsung menghentikan kendaraan dan memukul. Ada yang membawa celurit, samurai, dan lain-lain,” tambahnya.

Korban mengatakan, setelah pelaku melakukan pengeroyokan, sepeda motor miliknya langsung dibawa kabur. Bahkan, handphone yang ada di saku celananya juga raib dalam peristiwa tersebut.

“Setelah dikeroyok, kami diselamatkan warga dan dilarikan ke rumah sakit. Sedangkan pelaku langsung kabur,” pungkasnya.

Sering Lakukan Aksi Tawuran
Di sisi lain, saat diinterogasi petugas, tersangka mengakui mereka sering melakukan aksi tawuran di berbagai lokasi di Kota Padang. Bah- kan, anggota geng tersebut mencapai 50 orang yang setiap tawuran bergabung dengan geng lainnya.

“Kami memang biasa tawuran dan kami sangka mereka (korban – red) adalah lawan kami. Sehingga kami melakukan pengeroyokan,” terang salah satu tersangka, RH.
Dia mengungkapkan, aksi tawuran tersebut bukan antar sekolah namun perkelahian antar-geng.

“Kami rata-rata ada yang putus sekolah dan ada juga yang masih sekolah. Saat tawuran, kami bergabung dengan geng lain lalu menyerang lawan. Tawuran itu berawal dari hasut-menghasut sesama teman,” kata tersangka sembari menyebutkan ada puluhan geng tawuran di Kota Padang dengan berbagai nama. (iwa)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY