Angka Perceraian Tinggi, Pembekalan Dakwah bagi Calon Pengantin Perlu Dimaksimalkan

0
65
WALIKOTA Padang, H. Mahyeldi, berfoto bersama peserta pelatihan konseris rumah sakit dan konseris pranikah di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi IAIN Imam Bonjol Padang, Kamis (12/1). HUMAS

PADANG, KP – Angka perceraian di Kota Padang cukup memiriskan. Sepanjang 2016, sebanyak 1.610 kasus perceraian ditangani Pengadilan Agama Kota Padang. Angka ini meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo menilai, selama ini perceraian dikarenakan faktor ekonomi serta penyimpangan lainnya. Mengantisipasi perceraian, Walikota Padang berpendapat diperlukan pembekalan dakwah bagi pengantin yang akan menikah.

“Sebelum menikah, diperlukan pembekalan dakwah bagi calon pengantin,” sebut Walikota Padang saat menjadi pembicara dalam pelatihan konseris rumah sakit dan konseris pranikah di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi IAIN Imam Bonjol Padang, Kamis (12/1).

Selama ini Mahyeldi melihat, pembekalan dakwah hanya diberikan kepada pendengar yang heterogen. Karena itu agar dakwah dapat fokus dan spesifik, diberikan kepada audiens homogen seperti calon pengantin.

“Saat ini kita banyak membicarakan kesehatan fisik, bukan kesehatan jiwa. Dengan pembekalan dakwah akan terserap ilmu agama dalam mengarungi rumahtangga yang sakinah,” paparnya.

Sisi lain Mahyeldi menyebut, sebenarnya saat seseorang sakit bukanlah karena sakit fisik. Tapi penyebabnya karena sakit pada suasana hati.

“Untuk menyehatkan orang perlu dilakukan bagaimana (suasana) hatinya kembali baik. Ini yang penting dilakukan konseris. Untuk menenangkan hati sesorang perlu ada pendekatan spiritual dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” katanya.

Selain itu Walikota Padang juga menilai bahwa dominasi gender menjadi pemicu terjadinya perceraian. Pasangan muda terkadang kerap melampiaskan masalah keluarganya dengan ‘curhat’ lewat media sosial.

“Ada masalah sedikit, cepat buat status (di media sosial). Itulah efek IT seperti WA atau fesbuk. Padahal dengan itu tidak akan menyelesaikan masalah,” ungkap Mahyeldi.

Sementara itu dalam acara pelatihan bagi konseris itu, Rektor IAIN Imam Bonjol Eka Putra Warman berharap ilmu yang diperoleh dapat dipahamai dengan baik dan diaplikasikan. Eka menyebut, keluarga yang baik akan mendukung ketahanan bangsa.

“Semoga konseris yang terdiri dari alumnus IAIN Imam Bonjol ini dapat mengaplikasikan ilmunya,” harapnya. (mas)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY