Ketika Wagub Penasaran dengan Kopi Telungkup Tadah

0
112
Wagub Sumbar Nasrul Abit saat menikmati kopi telungkup tadah

Pagi ini terasa nikmat menyambut pagi dengan segelas kopi, kopi hitam tak campur susu, kopi hitam semangatku, kopi hitamku itu selalu, dan senyum pun bertabur dimana-mana… itu pertanda begitu ramahnya lingkungan di sekitarku…

Begitulah sepenggal lirik lagu reggae yang dipopulerkan Momonon tentang kopi hitam yang begitu nikmat. Kopi yang lazim menjadi minuman pagi pembuka hari itu memilik beragam kisah tersendiri oleh para penikmatnya. Rasa yang pahit-manis dengan aroma wangi menjadi ‘sahabat setia’ yang tak pernah jemu untuk disesap oleh para ‘kopi lovers’, tak terkecuali Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, yang ternyata sangat senang dengan aroma dan citarasa kopi.

Hal tampak saat Nasrul Abit berkunjung ke Nagari Cimpago, Kecamatan Malalak Utara, Kabupaten Agam, saat meninjau lokasi bencana longsor yang membuat ruas jalan Sicicin-Malalak terputus, awal pekan ini. Di sebuah kedai bernama ‘lapau putuih basambung’ yang berada di tepi jalan raya itu Wagub mencicipi kopi unik. Betapa tidak, menikmatinya harus dilakukan dengan cara khusus yaitu menelungkupkan gelas kopi ke piring tadah. Sehingga, masyarakat setempat menamainya dengan ‘kopi telungkup tadah’.

Saat mencicipi kopi tersebut, Wagub yang juga mantan Bupati Pesisir Selatan itu sempat tercengang.

“Bagaimana cara menikmati kopi kalau penyajiannya telungkup,” katanya kepada pejabat terkait yang mendampinginya.

Tampak ragu sejenak, Wagub lalu mengangkat gelas yang tertelungkup itu. Ternyata saat dibuka, kopi itu menggelembung yang menimbulkan gelak tawa rombongan yang mendampingi Wagub. Kemudian, salah seorang staff wagub berujar bahwa kopinya dihirup dengan sedotan dengan posisi tetap tertelungkup. Kemudian Wagub meletakan gelas itu dan menikmati kenikmatan kopi yang sungguh enak itu dengan cara minum yang bisa dikatakan tak lazim itu.

“Kopi ini memiliki ciri khas unik yang perlu dipertahankan. Sebab, dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan saat berkunjung ke daerah ini. Apalagi, daerah ini memiliki udara yang sejuk dan pesona alam yang masih asri. Sungguh menawan saat dipandang,” kata Wagub sembari menikmati kopi unik itu.

Pemilik warung, Abdul Bahri, mengatakan kopi telengkup itu merupakan kopi aceh yang langsung didatangkan dari Meulaboh, Aceh Barat. Namun yang membedakannya dari kopi aceh lainnya terletak pada kopi yang dicampur ketan hitam.

“Dengan campuran antara kopi Aceh dan ketan, muncul rasa unik dengan aroma yang khas. Tak hanya itu, kopi ini juga dapat mengobati lambung kembung atau maag,” terangnya.

Ditambahkannya, ide kopi gelas telungkup itu berawal saat dia meracik kopi. Terpikir olehnya bagaimana supaya kehangatan kopi dapat bertahan lama dan tidak mudah dingin. Sebab, kawasan tersebut memiliki udara yang dingin.

“Sehingga, terciptalah kopi telungkup ini dengan aroma dan rasa yang tetap nikmat,” beber pria bersuku Piliang itu.

Dengan inovasi itu, sebutnya, banyak masyarakat yang datang penasaran untuk menikmati kopi telungkup tadah itu, termasuk Wagub Nasrul Abit beserta rombongan.

(Bobby Febrianda)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY