RKB dan Koperasi Ponpes Al Kautsar Diresmikan

0
182
KETUA Umum Badan Amil Zakat (Baznas) Pusat, Bambang Sudibyo, bersama Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi, ketika meresmikan pemakaian ruang kelas baru (RKB) Pondok Pesantren (Ponpes) Al Kautsar di Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Kamis (13/1). RIDHO MULDI PUTRA

LIMAPULUH KOTA, KP – Ketua Umum Badan Amil Zakat (Baznas) Pusat, Prof. DR. Bambang Sudibyo, M.BA, meresmikan pemakaian ruang kelas baru (RKB) Pondok Pesantren (Ponpes) Al Kautsar di Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Kamis (13/1). Pada kesempatan yang sama, juga diresmikan Koperasi Pondok Pesantren (Kappotren) dan peluncuran website Al Kautsar.

Acara itu dihadiri Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi, Ketuas PP Muhamadiyah, Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas, LC, M.Ag, dan Ketua Baznas Sumbar, Prof. Dr. H. Syamsul Bahri Khatib, MA, serta sejumlah undangan lainnya.

Bambang Sudibyo mengatakan pendidikan berlangsung sepanjang hayat. Seorang anak seharusnya sejak usia dini sudah dibimbing menjadi pembelajar mandiri sepanjang hayat.

Dalam hal ini, guru dan orangtua harus berperan maksimal dalam membimbing anak.
Menurutnya, penting ditanamkan pad anak bahwa hidup di dunia ini adalah untuk menjalani ujian dari Tuhan. Seorang yang sedang sakit juga diuji apakah dia bisa bersabar, bersyukur, dan bertakwa.

Sementara, Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi, mengakui Pondok Pesantren Al Kautsar merupakan salah satu lembaga pendidikan kebanggaan bagi Kabupaten Limapuluh Kota. Dia juga menekankan penting pendidikan. Selanjutnya, Bupati juga mengungkapkan kebanggaannya dan bersyukur Ketua Baznas Pusat Bambang Sudibyo yang juga seorang mantan Menteri Keuangan dan Menteri Pendidikan Republik Indonesia berkunjung ke Kabupaten Limapuluh Kota dalam rangka berbagai agenda.

“Pondok Pesantren Al Kautsar merupakan kebanggaan kita bersama. Kehadiran Pak Bambang Sudibyo ini akan memberikan motibasi bagi kita untuk berbenah ke arah yang lebih baik lagi,” ujar Bupati Irfendi seraya berharap pendidikan Islam di kabupaten itu semakin maju.

Untuk itu, dia mengajak semua pihak berbondong-bondong membangun pendidikan Islam sekaligus menghindari generasi mdua dari ancaman multidimensi, seperti penyalahgunaan narkoba hingga seks bebas.

Sebelumnya, Kepala Ponpes Al Kautsar, Dafri Harweli, M.Pdi, mengatakan ruang belajar yang diresmikan itu merupakan bangunan yang dibiayai dengan dana bantuan Baznas pusat sebesar Rp50 juta. Saat ini, lokal belajar yang dimiliki baru berjumlah 9 buah untuk tiga tingkatan kelas di Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan dua kelas tingkat Madrasah Aliyah (MA).

”Jumlah santri yang mondok sebanyak 175 orang dan jumlah keseluruhan mulai dari tingkat PAUD, TK, SD, MTs, dan MA mendekati 600 orang. Khusus untuk MA, kita masih kekurangan satu lokal. Saat ini telah dibangun tiga pondasi ruang belajar. Sedangkan yang sudah selesai baru satu lokal dengan biaya Baznas pusat. Kami berharap bentuan serupa kembali bisa diperoleh untuk melanjutkan pembangunan dua ruangan lainnya,” ujar Dafri. (dho)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY