Kembangkan Pariwisata, Sumbar Butuh Infrastruktur

0
126
Wakil Rektor III, Institut Teknologi Padang (TP) Agus tengah memberikan materi dalam Seminar Nasional yang diadakan di Auditorium ITP Jl. Gajahmada, Nanggalo, Padang, Sabtu (14/1). SEPTIADI NEFRI

PADANG, KP – Guna memajukan infrastruktur khususnya sektor pariwisata di Sumatra Barat (Sumbar), Institut Teknologi Padang (ITP) menggelar Seminar Nasional tentang ‘Pengembangan Infrastruktur Untuk Mendukung Pariwisata Sumatra Barat’.

Seminar Nasional itu diikuti 262 mahasiswa dari sejumlah Universitas Sumbar – Jambi, diantaranya, Institut Teknolgi Padang (ITP), Universitas Bung Hatta (UBH), Universitas Negeri Padang (UNP), Universitas Andalas (Unand), Universitas Eka Sakti (UNES), Universitas Putra Indonesia (UPI), Universitas Dharma Andalas (Unidha) dan Universitas Negeri Jambi (Unja).

Didit P. Santoso dari Dinas Kebudayaan Pariwisata Sumbar dalam seminar tersebut menyebutkan, kegiatan yang berkaitan dengan pariwisata itu persentasinya hanya 30 persen, sedangkan 70 persennya ada di sektor – sektor lain, salah satunya infrastruktur.

Dikatakan, di sejumlah negara maju, infrastruktur adalah daya tariknya, jadi bukan saja sarana pendukung. Namun, Indonesia khususnya di Sumbar telah memiliki hal itu, seperti Kelok 9.

“Walaupun itu sebagai jalan penghubung, namun memiliki daya tarik bagi pengunjung baik lokal maupun mancanegara, tetapi saat ini kendalanya adalah penataan objek wisata yang perlu ditingkatkan,” jelasnya.

Sementara, Wakil Ketua I DPD Asita Sumbar , Joni Mardianto menjelaskan, pariwisata itu juga harus disokong sarana penunjang seperti rumah makan, hotel, biro perjalanan. Lalu, dalam hal sapta pesona yaitu keramahan, lingkungan, kenyamanan dan keamanan.

“Apabila di suatu objek wisata ini memenuhi kriteria tersebut, maka akan banyak pengunjung yang datang. Seiring berkembangnya zaman, suatu objek pariwisata itu apabila tidak dikelola dengan baik maka akan berdampak negatif nantinya. Sehingga, jadikan objek wisata tersebut menjadi positif agar tidak menjadi penghalang bagi pelancong untuk datang untuk menikmati objek pariwisata tersebut,” jelasnya.

Di tempat yang sama Wakil Rektor III ITP, Agus juga mengungkapkan, pariwisata itu bukan hanya objeknya saja, tetapi bagaimana bisa mengkonsep pariwisata berbasis keberlanjutan, agar nantinya berdampak baik bagi masyarakat yang berada di objek wisata tersebut, terutama dalam meningkatkan perekonomiannya.

“Untuk itu, peran perguruan tinggi sangatlah penting, karena akan menghasilkan lulusan yang nantinya akan menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dalam hal pembangunan,” ungkapnya.

Lalu, Dekan Fakultas Teknik dan informatika Universitas Pendidikan Nasional Denpasar, Bali, I Gusti Lanang Bagus Eratodi menyebutkan, mahasiswa – mahasiswa ini nantinya dapat mencontoh apa yang ada di Bali, seperti proyek pembangunan mega jembatan tol Bali Mandara.

Diungkapkannya, proyek pembangunan jembatan itu, 100 persen adalah buatan anak bangsa, dan proses pembuatan hanya memakan waktu kurang lebih 14 bulan.

Eratodi menyebutkan, dalam pembangunan infrastruktur dalam penunjang objek pariwisata, tentunya tidak merusak lingkungan. Artinya, tetap ramah lingkungan, namun harus kuat dan memiliki keindahan yang mencerminkan kebudayaan setempat. “Karena itulah yang akan menjadi nilai jual yang tinggi bagi objek pariwisata khususnya di Sumatra Barat,” tambahnya.

Ketua pelaksana seminar nasional tersebut, M. Lutfi Fadholin menyebutkan, ITP sengaja mengundang narasumber dari pemerintah dan perguruan tinggi agar mahasiswa mendapat pemahaman yang jelas tentang infrastruktur – infrastruktur yang mana masih banyak yang harus ditingkatkan khususnya di Sumatra Barat, dengan kegiatan ini. (ted)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY